Love & Sex

Bingung Saat Didekati Dua Pria Sekaligus? Kuncinya Tetap Tunjukkan Sikap Elegan dan Berprinsip!

pexels-photo-295821

Kamu mungkin jadi salah satu wanita yang beruntung karena sedang didekati oleh dua pria dalam waktu bersamaan. Atau hal itu justru membuatmu gelisah karena di satu sisi kamu sedang mencoba mencari pasangan yang cocok, namun kamu takut merasa bersalah dengan yang satunya lagi?

Sejatinya situasi dimana seorang cewek didekati oleh lebih dari satu cowok adalah hal yang sudah biasa terjadi. Tinggal bagaimana kamu sebagai pihak yang didekati dapat bersikap elegan terhadap pria-pria yang tengah berlomba mendapatkan hatimu.

Coba tengok kisah Bella Swan di seri film Twilight. Tak hanya Edward Cullen, sang manusia serigala Jacob Black ternyata juga ingin menjadikan Bella sebagai kekasih hatinya. Tapi sebaiknya kamu tak perlu tiru sikap Bella Swan yang terkesan plin plan memilih antara Edward atau Jacob. Sebagai cewek, setidaknya kamu punya prinsip jelas ketika situasi seperti ini sedang kamu alami.

Ini Baru Permulaan, Jangan Terlalu Dalam Melibatkan Perasaanmu. Jaga Sikapmu Agar Dia Tak Berharap Tinggi Pada Kamu

Meski cewek selalu dianggap pihak yang sangat rentan dengan situasi baper, sebaiknya kamu harus paham jika hal itu justru akan menyulitkanmu menentukan pilihan ke depannya. Karenanya sebaiknya kamu jangan baper duluan. Kenapa? Menunjukkan perasaan yang terlalu dalam akan membuatmu bersikap lebih dari seharusnya kepada salah satu dari mereka. Hal itu juga membuatmu menjadi subyektif dan tak bisa menilai mana sekiranya sosok yang sebenarnya tepat untukmu. Karenanya, menjaga hati sangatlah penting.

Namun kamu juga harus menjaga hatinya. Jangan menunjukkan perhatian yang membuatmu terkesan memberi harapan tinggi padanya. Karena pada akhirnya kamu akan menentukan pilihan. Dan tak mungkin juga kamu menerima semua pria yang mendekatimu bukan? Dengan berprinsip untuk menjaga hatinya, kamu akan membuatnya legowo jika pada dia bukan orang yang kamu pilih. Ke depannya, dia pun tak kesulitan move on.

Katakan Situasi Sebenarnya Jika Kamu Baru Mencoba Dengannya. Penting! Jangan Umbar Janji, Serta Kata-kata ‘Sayang’ dan ‘Cinta’

pexels-photo-349494

Tak ada yang salah jika kamu memilih jujur dan terbuka padanya. Katakanlah jika kalian memang sedang mencoba, dengan demikian kamu pun memberi ruang baginya untuk berbagai kemungkinan negatif yang bisa saja terjadi.

Di samping itu, kamu sangat tidak dianjurkan untuk mengumbar kata-kata sayang, janji akan bersama, menjadi yang terbaik, atau bahkan mengajaknya bertemu orangtuamu kepada mereka yang tengah mendekatimu. Meski seringkali cewek menilai kata ‘sayang’ bersifat universal, namun kali ini situasinya berbeda. Jangan sampai karena kamu tak bisa mengontrol diri, kata-kata tersebut justru nantinya menjadi bumerang buatmu.

Jangan Mengekangnya, Kamu Juga Harus Membiarkan Dia Dekat dengan Orang Lain Juga

pasangan tak suka

Cobalah untuk bersikap fair. Jika kamu pada dasarnya memang tengah dekat dengan dua pria dalam waktu bersamaan, sebaiknya jangan berlaku otoriter. Maksudnya, kamu pun harus memberi mereka ruang untuk mengenal wanita lain selain kamu. Karena situasinya kalian tidak sedang terikat status apa-apa. Apalagi sejatinya memang wajar jika dalam masa penjajakan, kamu mencoba dengan yang lain. Jika kamu tak melibatkan perasaan, kamu tak akan cemburu dengan prinsip yang kamu buat ini.

Jangan Sekali-kali Membandingkan Satu Sama Lain, Kamu Harus Bijak dan Memahami Jika Setiap Orang Diciptakan Berbeda

black-and-white-people-bar-men

Cewek rentan dengan hal yang satu ini. Tapi sebagai cewek di usia dewasa, sudah sewajarnya kamu punya prinsip jika tak seharusnya membandingkan antara satu orang dengan yang satunya lagi. Apalagi pada dasarnya setiap orang tak akan suka jika dibanding-bandingkan. Sebaiknya, menghargai kelebihan mereka dan menyeleksi yang paling cocok adalah hal yang paling bijak yang bisa kamu lakukan. Dengan demikian, kamu akan tahu cowok mana yang sekiranya bisa mengisi kekuranganmu.

Jujur adalah Hal Terpenting! Jika Tak Merasa Cocok, Sebaiknya Utarakan dan Selesaikan Baik-baik

Melihat Petanda Yang Memungkinkan Kita Telah Memilih Laki-Laki Yang Salah

Setelah beberapa waktu melakukan perkenalan, kamu tentu memiliki kesimpulan tersendiri mengenai masing-masing individu. Kamulah yang menentukan si A atau si B yang cocok denganmu. Jika sudah demikian, tak perlu waktu lebih lama lagi untuk mengutarakan pada yang satunya jika kalian sebaiknya menyudahi fase perkenalan tersebut. Hal yang paling penting adalah keterbukaan. Tidak ada salahnya jika ternyata kamu lebih cocok dengan yang lain. Jangan langsung diputuskan begitu saja hubungan kalian, atau langsung tidak mengontaknya sama sekali.

Kalian bisa tetap berteman dalam batasan yang sewajarnya. Dalam artian, kamu tak membuatnya merasa diistimewakan dan justru berpikir jika kamu dan dia terjebak friendzone. Di lain sisi, biarkan dia melupakanmu perlahan.

Pada akhirnya, semua tindakan akan ada sebab-akibat. Kamu tetap perlu hati-hati dalam menentukan dan memutuskan kepada siapa hatimu nantinya berlabuh. Walau situasi ini kadang sulit dihindari, jangan sampai kamu merugikan salah satu dari mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Bukan Tak Lagi Cinta, Kadang Kita Memang Butuh Ruang Untuk Sendiri Meski Hanya Sementara

Mampu Sendiri

Menjalani hari dengan sosok yang memiliki karakter berbeda tentu jadi hal yang tak selalu membuat bahagia. Meski selama ini sebuah hubungan digambarkan dengan suatu kedekatan, faktanya hal ini tak selamanya berlaku untuk semua perempuan.

Beberapa dari kita mungkin akan setuju, bahwa ada sebagian perempuan yang merasa sangat bahagia jika seluruh waktu yang ada dihabiskan bersama dengan pasangannya. Sedang sisanya, justru merasakan hal sebaliknya.

Untuk itu harusnya laki-laki percaya, bahwa keinginan untuk sementara sendiri tak semata-mata jadi ajang untuk menjauh darinya. Meski jadi sesuatu yang kerap melahirkan pertanyaan, kebutuhan akan hidup sendiri meski sebentar harusnya jadi sesuatu yang tak bisa diganggu gugat.

Bisa Jadi Diri Ini Sedang Lelah, Jadi Tak Ada Salahnya Jika Ingin Menghabiskan Waktu Tanpa Dia

pexels-photo-247195

Meski memiliki pasangan, rasanya tak ada peraturan yang mengharuskan kita bersama sepanjang waktu. Setelah melalui berbagai macam cerita, akan ada satu fase yang jadi titik jenuh untuk kita. Ada sesuatu yang membuat hati gundah, meski penyebab pastinya juga masih belum diketahui.

Momen ini jadi sebuah kode yang harusnya bisa dibaca oleh dia yang menjadi pasangan kita. Dengan kata lain, kita butuh beberapa durasi waktu untuk benar-benar menyepi tanpa diganggu oleh siapa pun.

Ini Juga Jadi Pertanda Bahwa Kita Punya Alur Tersendiri Untuk Hidup Yang Dijalani

pexels-photo-460211

Kita ini tentu bukanlah perempuan yang sembarangan dalam mengatur rima kehidupan. Beberapa hal yang bersifat krusial jadi sesuatu yang kerap masuk dalam daftar pertimbangan. Jadi jangan heran jika nanti tiba-tiba kami akan meminta izin untuk sekedar keluar sebentar dari runtinitas yang selama ini dijalani.

Tak ingin jadi perempuan yang berharap belas kasihan, kita tetap memiliki keyakinan untuk mampu melakoni banyak hal meski seorang diri. Karena pihak yang paling berhak untuk memutuskan apa saja yang akan kita lakukan adalah diri sendiri.

Lagi Pula Tak Selamanya Perempuan Butuh Diperhatikan, Kadang Kala Melakoni Berbagai Hal Dengan Sendiri Jadi Sebuah Kesenangan

rsz_chad-madden-210873

“Sudah tidak apa-apa, aku pulang sendiri saja” atau “Aku bisa beli dan angkat galonnya, kamu tidak perlu repot-repot untuk melakukannya”.

Dua contoh kalimat ini jadi bukti bahwa lewat hal-hal sederhana seperti itu, perempuan ingin orang lain mengerti jika dirinya tak harus selalu dibantu dan dilindungi.

Karena ketika berhasil melakoni dua hal tersebut, kadang ada bahagia yang datang tanpa terkira. Dan salah satunya adalah kita bisa berbangga diri dengan segala kemampuan sendiri.

Karena Hubungan Adalah Sebuah Perjalanan, Jika Sedang Merasa Lelah Tentu Istirahat Jadi Satu-satunya Penawar

rsz_larm-rmah-184441

Kita berdua mungkin adalah dua orang pendaki yang berada dijalur yang sama. Akan tetapi tenaga yang kita punya, tentu saja berbeda. Saat kamu masih berjalan naik dengan menggebu, diriku bisa jadi telah jatuh dan terkulai lemas.

Maka demi kesanggupan diri untuk berjalan menapaki jalanan lagi, aku butuh amunisi untuk kembali kuat berjalan lagi. Tak hanya suntikan semangat dari orang lain saja, kesiapan dari diriku sendiri sebagai pendaki yang akan naik ke tempat yang lebih tinggi mutlak dibutuhkan. Jika memang tenagaku sudah benar-benar kuat, aku akan berlari ke atas untuk menyusul dirimu lagi.

Menarik Diri Dari Pertemuan Bukan Berarti Ingin Menghindar, Ini Hanyalah Sebuah Kebutuhan

pexels-photo-196667

Bukan berniat untuk mengangkat tangan sebagai petunjuk bahwa diri ini telah kalah. Walau bagi orang lain, keputusan ini sebagai upah dari sikap keras kepala, kamu harus percaya bahwa ini adalah upaya untuk mengurai masalah.

Diri kita dan sang pasangan tentu punya kebutuhan untuk merasakan sendiri dan berusaha menikmati masa ini sebagai bentuk dari kesendirian, hinggga kelak akan sama-sama merindukan. Merubah pandangan dari berbagai sisi untuk hubungan yang lebih baik lagi.

Atau Jadi Ajang Untuk Mengoreksi Diri Sendiri, Sembari Mencari Solusi Untuk Masalah Yang Mungkin Sedang Dihadapi

guess-attic-837156_640

Karena sejatinya guru terbaik untuk bebas mengoreksi diri sendiri tanpa merasa dibodohi adalah diri kita sendiri. Jarak yang selama ini kita buat dengan dirinya, jadi sesuatu yang membantu kita bertumbuh jauh lebih dalam. Kita dan dia menjelma jadi individu yang tak lagi biasa. Mengoreksi dan mau menerima kritikan dengan hati terbuka.

Hingga titik ini akan jadi satu pelajaran hidup sepanjang cerita, bahwa perempuan yang sedang ada di hadapanmu adalah seseorang yang tidak sempurna. Meski sebelumnya setiap pertentangan selalu membawa kita pada ego yang tinggi maka setelah menikmati kesendirian tanpa seorang kekasih, kita jauh lebih berani untuk mengaku salah.

Sehingga Jika Kelak Akan Berdua Lagi, Kita Sudah Siap Dengan Hati Yang Lebih Baru Lagi

pexels-photo-41073

Lebih dari semua hal yang kita bahas satu per satu, poin penting dari manfaat untuk sementara sendiri yang kita bicarakan jadi salah satu siasat untuk menetralkan suasana yang tadinya mungkin kurang bahagia.

Akhirnya semua bayang-bayang indah akan hubungan kita berubah jadi momen yang kini sering dirindukan. Karena meski sempat pergi sementara waktu, bukan berarti kita akan menghilang dari hidup dia. Kembalinya kita justru jadi upaya perbaikan diri yang jauh lebih baik dari biasanya.

Selanjutnya mari berjanji untuk cerita yang kini sedang kita bina dengan dia. Bahwa cerita baru yang lebih indah akan segera kita mulai!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Cewek Sering Dibuat Pusing Saat Memberi Saran ke Pasangan, Terapkan Hal Ini Agar Dia Mau Mendengarkanmu

pexels-photo-246490

Pernah merasa kesal dengan pacar karena merasa diabaikan saat kamu memberinya saran? Pasti setiap cewek pernah punya momen seperti ini. Apalagi saat mood kamu sedang baik-baik saja tapi dirusak karena respon pacarmu yang justru membuatmu bete. Sebenarnya sepele, tapi justru itu, seringkali masalah kecil seperti ini kalau tidak diselesaikan dengan kepala dingin justru bisa memicu pertengkaran dengan pasangan.

Tenang, sejatinya cowok bukan bermaksud mengabaikanmu. Mungkin kamu menyampaikannya di momen yang kurang tepat. Atau saat itu pacarmu hanya ingin kamu menjadi pendengar yang baik. Pada dasarnya cowok adalah sosok yang pengertian, apalagi dengan wanita yang disayanginya, karenanya untuk mengutarakan unek-unek atau saran yang menurutmu penting baginya, kamu hanya perlu memperhatikan lima hal ini agar tak salah langkah. Yang penting, jangan ragu untuk memberikan saran padanya.

pexels-photo-159241

Sampaikan Keinginanmu dengan Jelas, Jangan Bertele-tele dan Yakinlah Dengan Apa yang Ingin Kamu Katakan

Untukmu terutama yang masih baru menjalin relasi, mungkin belum sepenuhnya bisa menepis rasa sungkan walau sekadar ingin menyampaikan saran pada kekasihmu. Mulai sekarang, yakinlah dengan apa yang kamu ingin sampaikan. Apalagi jika itu terkait saran positif, keinginan kecil, apapun itu, mulailah untuk berani mengutarakannya. Kamu dan dia sudah seharusnya saling terbuka. Penting diingat, cowok tak selalu bisa menebak apa maksud kita. Jadi jangan ragu, kalau kamu ragu, ia justru akan berpikir kamu terlalu bertele-tele dan mengabaikan topik saat itu.

pexels-photo-167299

Sebaiknya Persiapkan Kata-kata Terbaik, Bukan Apa-apa, Hanya Saja Jangan Sampai Pacarmu Merasa ‘Dihakimi’ Setelahnya

Walau cewek lebih sering dicap baper, bukan berarti cowok antibaper. Justru sesekali kalau soal diberi saran, dua gender ini mungkin punya tingkat kebaperan yang sama. Tak jarang saran kita pun tak selalu bisa diterima dengan baik padahal kita sebagai cewek pun hanya ingin membantunya dengan memberikan saran yang efektif. Karenanya, disini sangat penting memperhatikan betul bagaimana penyampaian kita. Pastikan bahwa dia tak merasa dihakimi setelah kamu menyampaikan saranmu atau keinginanmu. Karenanya penting sekali menyampaikan sesuatu dengan jelas dan lugas.

pexels-photo-349494

Cari Waktu Bicara yang Pas, Mungkin Kamu Perlu Mengatakan Jika Kamu Ingin Mengutarakan Sesuatu

Bagi pasangan yang sudah sering bertemu, bukan tak mungkin perhatian kalian terdistraksi antara pasangan dan gadget. Apalagi biasanya saat bertemu, ternyata grup WhatsApp sedang ramai. Mencari waktu untuk berbicara dengannya pun terasa sulit. Pertemuan hanya sebatas makan, nonton, pulang. Belum lagi jika ada jadwal pertandingan bola atau semacamnya, kamu semakin sulit mencari waktu.

Tapi kembali lagi, kamu dan dia yang menjalani hubungan ini, tak perlu sungkan mengatakan jika ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan padanya. Dengan demikian, dia akan menyimpan sebentar gadgetnya atau memilih menelponmu dibanding menonton pertandingan.

pexels-photo-246490

Pastikan Dia Paham dengan Apa yang Kamu Katakan, Jangan Ragu Bertanya: “Kamu Tahu Maksudku ‘kan?” Tapi Sebaiknya Jangan Pakai Nada Tinggi Agar Tak Memicu Pertengkaran

Meski kadang dia tampak mendengarkanmu berbicara lewat telepon, atau menatapmu ketika kalian berbicara langsung, pastikan ia benar-benar menyimak arah pembicaraanmu. Karena bisa jadi walaupun badannya ada di depanmu, tapi benaknya melayang kemana-mana alias tidak fokus. Ia mungkin memikirkan pekerjaan, orang rumah, atau apapun itu. Karenanya di tengah-tengah pembicaraan, pastikan kamu bertanya hanya untuk mengonfirmasi jika dia benar-benar menyimak saat kamu mengungkapkan sesuatu. Apalagi pembicaraan wanita dan pria sering terdistraksi karena wanita biasanya bercerita sedetail mungkin, sementara pria punya pola pikir yang luas.

Saat menuturkan sesuatu dan bertanya, kamu tak perlu menguras energi dengan menyampaikannya dengan menggebu-gebu seakan kamu terlalu jengah karena dia sulit mendengarkan saranmu. Kali ini tak ada salahnya kamu lebih menguasai diri dan bertanya dengan nada lembut. Dia pasti akan mendengarkanmu.

pexels-photo-45644

Saat Ia Mulai Mendengarkan Saranmu dan Melakukannya, Jangan Sungkan Untuk Menyampaikan Pujian. Pacarmu Akan Sangat Bahagia Mendengar Pujian Darimu

Bukankah kamu ikut bahagia jika dia mulai menunjukkan perubahan? Tandanya ia masih respect dengan saran dan perhatian yang kamu berikan padanya. Sekarang giliranmu menyampaikan pujian atas usaha yang telah dilakukannya. Ia rela melakukan perubahan karena sudah mendengarkan saranmu. Yang terpenting, bersabarlah dalam menantikan perubahan itu. Karena pada dasarnya meski dia mulai mendengar dan mencerna saranmu, ia pasti tetap mempertimbangkan hal itu. So, just be patient.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Kamu Tak Sengaja Bertemu Mantan? Tenang, Senyumin Aja!

pexels-photo-349494 (1)

Apa sih rasanya bertemu mantan? Terutama kalau situasinya kamu sedang berjalan terus tidak sengaja papasan. Atau mungkin kamu tengah menunggu kendaraan, tiba-tiba dia lewat dan menawarkan tumpangan. Kamu memilih mengiyakan atau menolaknya secara halus?

Bertemu mantan untuk sebagian orang tentu jadi hal yang sangat dihindari. Bukan hanya malas terjebak pada situasi awkward moment, tapi bisa jadi karena memang enggan melihatnya lagi. Lantas bagaimana kalau situasinya tidak disengaja? Mau tak mau kamu harus bertatap muka dengannya, bukan? Sebagai cewek, kamu pun perlu tahu ‘jurus’ mengatasi awkward moment jika sewaktu-waktu bertemu mantanmu.

pexels-photo-323503

Jangan Panik! Kumpulkan Rasa Percaya Dirimu Agar Kamu Tak Terlihat Kikuk Di Depannya

Tanda-tanda seperti mata melotot, menutup mulut dengan tangan, atau bahkan mendadak membuang muka sejatinya menunjukkan kamu tengah panik saat itu. Bertemu mantan bukan berarti sebuah bencana. Itu hanyalah momen yang memang terasa diluar kendali, tapi bukan berarti kamu tak mampu mengatasinya.

Tipsnya sederhana, tarik napas, tegakan kepala, kalaupun dia mengenali dan menyapamu, jangan sungkan menyapanya kembali. Atau mungkin bila pandangan mata kalian bertemu dalam jarak yang cukup jauh, cukup berikan senyum sembari menganggukkan kepala. Cara ini lebih elegan dibanding kamu harus terlihat kikuk di depannya.

pexels-photo-91227

Meski Statusnya Mantan, Kamu Berhak Memperlakukannya Seperti Bertemu Teman Lama

Mungkin ini kali pertama bagimu bertemu mantan setelah sekian lama. Daripada terlihat kaku, lebih baik tunjukkan sikap seolah-olah kamu sedang kamu bertemu teman lama. Tak masalah berbasa-basi tentang sudah berapa lama kalian tak bertemu, kamu pun juga bisa menanyakan kabarnya sekarang. Menganggapnya sebagai teman lama yang jarang terlihat jauh cukup bijak dibanding menghindarinya secara sengaja.

Jika kamu sudah mulai mampu menguasai situasi, tak perlu sungkan mengajaknya berbincang ringan seputar aktivitasnya, perubahannya selama kalian tak bertemu, hingga mungkin kabar teman-teman terdekatnya. Hal ini akan membuat mantan berpikir jika hidupmu tak semakin buruk setelah putus dengannya.

pexels-photo-551657

Tak Perlu Mengumbar Janji yang Tak Akan Kamu Tepati

Biasanya karena sudah terjebak dengan pembicaran yang nyambung, cewek rentan untuk membuat janji agar bisa mengobrol dengannya lagi dan membangun suasana seperti saat pertemuan tak sengaja itu. Kamu tak perlu demikian. Apalagi jika kamu sudah membulatkan tekad untuk move on darinya.

Cukupkan pertemuan kala itu dan ucapkan terima kasih apabila kamu telah diantar dia hingga gerbang rumahmu. Kemudian jika dia memang menawarkan untuk pergi bersama, cukup beri senyum singkat. Hal itu akan membuatnya menyadari bahwa kisahmu dengannya memang sudah tinggal masa lalu.

pexels-photo-541524 (1)

Jangan Tanyakan Topik yang Sensitif, Kalaupun Kamu Merasa Tak Nyaman dengan Pertemuan Itu, Lebih Baik Segera Sudahi

Bila sejak awal kamu enggan memperpanjang durasi pertemuanmu, lebih baik segera katakan “Aku duluan ya,” setelah menyapanya.  Kalaupun kamu bertemu dengannya lantaran terjebak situasi yang mengharuskan kalian bertahan untuk beberapa saat, misalnya berteduh karena sedang hujan, sebaiknya kamu jangan melontarkan kalimat seperti, “Kamu kurusan ya,” atau “Kamu gemukan ya,”.

Melontarkan kalimat itu hanya akan memancing obrolan lebih lama lagi dan dia pasti geer karena kamu terlihat memperhatikan perubahannya. Terpenting, tak perlu melontarkan pertanyaan mengenai statusnya sekarang yang masih sendiri atau sudah punya pasangan karena itu hanya mengundang situasi baper kembali menghampiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top