Inspirasi & Motivasi

Berbanggalah Kamu Yang Menjadi Ibu Rumah Tangga, Kebaikan Ini Jadi Bisa Kamu Rasakan

Bukan perkara mudah memang ketika memutuskan diri menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Apa lagi ketika kamu harus meninggalkan kariermu demi bisa maksimal mengurus kebutuhan suami dan anak. Belum lagi jika tanggapan orang-orang di sekitar kurang memberikan dukungan terhadap keputusanmu. Namun hidup adalah pilihan, ketika kamu telah mantap untuk memutuskan, maka lakukanlah.

Seperti koin yang memiliki dua mata sisi, setiap keputusan pasti juga mendatangkan imbas baik dan buruk. Ketika kamu memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, ada banyak kebaikan yang bisa kamu dapatkan. Melihat perkembangan buah hati merupakan sebuah anugerah yang tidak bisa dinilai dengan uang. Bukankah momen itu tak bisa lagi diulang? Maka tak berlebihan rasanya bila disebut sebagai anugerah. 5 kebaikan ini bisa didapatkan bila kamu menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.

Kamu Jadi Memiliki Banyak Waktu Dan Lebih Bisa Fokus Melakukan pekerjaan rumah tangga

pexels-photo (2)

Dengan memilih menjadi ibu rumah tangga kamu jadi bisa memiliki banyak waktu dan tenaga untuk mengurus anak dan suami. Kamu bisa lebih leluasa menemani anak bermain atau menyiapkan masakan kesukaan suami. Hal ini tentu akan sedikit sulit dilakukan bila kamu masih terikat jam kerja kantor. Tentu setelah bekerja seharian kamu akan merasa letih dan butuh istirahat begitu sampai rumah. Menjadi ibu rumah tangga memungkinkan kamu untuk memiliki lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga.

Bisa Memantau Perkembangan Buah Hati Adalah Kebahagiaan Yang Tak Ternilai. Momen Ini Tak Akan Terulang Lagi Loh!

pexels-photo-698878

Selalu berada dekat dengan anak rasanya menjadi dambaan setiap ibu. Menjadi ibu rumah tangga membuat kamu leluasa bercengkrama dan memantau perkembangan buah hati. Kamu bisa terus bersamanya dari mulai bangun tidur hinga berangkat tidur. Apa lagi perkembangan anak yang berusaha dibawah tiga tahun relatif cepat, rasanya sayang sekali bila harus melewatkan momen yang tak akan bisa terulang ini.

Sepertinya Tak Akan Ada Ibu Yang Akan Menolak Bila Mendapat Kesempatan Menghabiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Anak

baby-2598005_640

Ibu rumah tangga biasanya lebih memiliki kedekatan dengan anak-anaknya. Bukan hanya dekat secara fisik dalam keseharian, namun mereka juga memiliki kedekatan emosi. Dengan menjadi ibu rumah tangga, kamu menjadi lebih bisa mengontrol perilaku anak. Masalah perilaku pada anak pun jadi lebih bisa ditekan.

Menjadi Ibu Rumah Tangga Seutuhnya Itu Berarti Kamu Tak Lagi Didera Stres Karena Pekerjaan!

pexels-photo-227335

Dengan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya, paling tidak kamu akan terhindar dari stres di tempat kerja. Beban kerja yang tinggi tidak mustahil akan menempatkan perempuan dalam kondisi stres. Belum lagi masalah rumah tangga yang dihadapi sehari-hari. Dengan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya paling tidak kamu telah memangkas salah satu sumber stres. Dengan begini tingkat stres kamu bisa berkurang.

Kamu Pun Tak Perlu Menggunakan Jasa Asisten Rumah Tangga Lagi. Jadi Lebih Hemat Kan!

pexels-photo-221174

Bekerja seharian di luar rumah bukan berarti kamu bisa bersikap masa bodoh terhadap pekerjaan rumah yang selalu ada setiap harinya. Apa lagi bila kamu telah memiliki anak. Kamu perlu memperkerjakan seorang asisten rumah tangga atau pengasuh anak untuk memastikan semuanya terkendali. Itu artinya kamu harus mengeluarkan uang untuk membayar mereka. Pengeluaran keluarga pun menjadi bertambah. Berbeda bila kamu menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Kamu bisa melakukan semuanya sendiri. Keuangan keluarga pun bisa lebih dihemat.

Menjadi Ibu Rumah Tangga Merupakan Tindakan Mulia. Berbanggalah Kamu!

park-2863734_640

Menghabiskan nyaris seluruh waktu kamu untuk mengurus keluarga merupakan tindakan yang sangat bermakna. Kamu dituntut untuk bisa melakukan banyak hal. Dari mulai menjadi guru les demi membantu anak-anak mengerjakan pekerjaan rumah. Koki sekaligus ahli gizi demi memastikan keluarga mendapat asupan nutrisi yang cukup. Bahkan disatu waktu kamu bisa bertransformasi menjadi perawat saat ada salah satu anggota keluarga yang sakit. Sungguh menjadi ibu rumah tangga yang memastikan setiap anggota keluarga telah terpenuhi kebutuhannya adalah hal yang mulia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Kamu Harus Bisa Membaca Ciri-ciri si Dia yang Egois Ketika Bercinta

Percaya atau tidak, meski sudah berstatus suami-istiri ada saja pasangan yang kerap menyakiti. Terlebih, ketika sedang melakukan hubungan intim. Kita sudah susah payah untuk memberikan yang terbaik untuknya, eh dirinya justru berbuat sesukanya saja.

Jangankan untuk memuaskan, seperti yang kita harapkan. Dia malah berbuat hal-hal yang menjadi keinginan darinya saja. Itulah kenapa penting untuk kita bisa mengetahui, bagaimana sih sebenarnya sikap laki-laki yang tak ingin menang sendiri ketika sedang ena-ena berdua.

Nah demi membantumu membaca sikap dari si dia, dilansir dari Cosmopolitan, ada beberapa hal yang bisa jadi isyarat apakah dirinya egois atau tidak dalam bercinta.

Posisi Seks yang Dilakukan Hanya Sesuai Keinginannya Saja

Kamu tentu punya beberapa posisi seks yang menjadi bagian kesukaan. Tapi, sebagai pasangan yang saling menghargai. Kita kadang mengurungkan niat ini. Sialnya, ia malah bersikap sebaliknya. Tak memikirkan kamu suka atau tidak, ia justru sering memaksakan agar kita bercinta sesuai posisi yang ia inginkan.

Kepuasaanmu Baginya Bukanlah Sesuatu yang Perlu

Akan sangat menyenangkan, jika pasangan sama-sama puas dengan hubungan seks yang dilakukan. Tapi, kamu boleh melihat, ciri lain dari si dia yang egois ketika melakukan hubungan badan. Tak akan bertanya, apakah kamu sudah sampai pada titik kepuasanmu atau tidak. Baginya yang terpenting adalah kepuasannya saja.

Maka ketika ia merasa sudah sampai pada titik orgasmenya, baginya semua boleh diberhetikan saat itu pula. Tak peduli, kamu sudah puas atau belum, yang penting dirinya sudah.

Berusaha untuk Menyampaikan Keresahan, Tapi Tak Ada Perasaan Bersalah yang Ia Tunjukkan

Yap, memang lebih baik untuk dikomunikasikan secara langsung. Sampaikan padanya, semua hal yang memang menurutku bertentangan. Kemukakan pula, jika hubungan seks yang kau lakukan dengan dirinya hanya menguntungkan dia saja.

Nah, dari sini kamu akan bisa membaca. Bagaimana ia memberi respon dari keluhan yang kau punya. Jika ternyata sikap yang ia tunjukkan hanyalah sebuah basa-basi busuk yang tak menunjukkan rasa bersalah sama sekali. Mungkin benar, ia memang tak pernah peduli pada perempuannya ini.

Tak Peduli Apa Katamu, Ia Akan Terus Memaksa Bercinta Jika Memang Sedang Ingin

Kamu pasti paham kan, tak setiap waktu kita bergairah untuk bercinta. Sekalipun itu dengan suami tercinta. Bahkan ketika kamu sedang tidak mood, dia justru datang dengan nada yang cukup memaksa dan tak mau meneri alasan yang kamu sampaikan padanya.

Kehilangan rasa dalam menghargai keputusanmu, yang ia mau hanyalah memenuhi hasrat seksual demi membuatnya senang. Jadi, meski kamunya tak senang, ia tak akan peduli dan tak mau mendengar alasan. Yap, dia egois!

Dan Kerap Memberi Saran Tentang Sesuatu yang Hanya Ia Suka

Coba ingat-ingat lagi, berapa kali ia memberi saran dengan dalih baik untuk hubungan cinta yang kalian jalankan. Padahal yang sesungguhnya, ia hanya ingin membuat dirinya puas saja. Terlihat baik memang, tapi walau katamu kau tak suka, ia akan tetap memaksakan.

Menyarankanmu untuk segera membersihkan ‘miss v’ sebelum bercinta, padahal dia sendiri tak melakukan hal yang sama. Begitu kira-kira salah satu bentuk perintah darinya.

Nah, setelah membaca beberapa hal yang tadi sudah dijelaskan. Kami harap kamu bisa membedakan, benarkan si dia sayang atau egois dan tak memikirkan kesenangan dan kepuasanmu sebagai pasangannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Luka Operasi Caesar Bisa Cepat Pulih dengan Cara Ini

Operasi C-Section atau lebih akrab disebut operasi caesar dikenal sebagai salah satu metode persalinan yang cukup populer selain secara normal. Persalinan dengan metode ini memang tak perlu menghabiskan banyak waktu, hanya saja waktu pemulihan luka yang justru butuh waktu lebih lama.

Nah, untukmu yang baru atau ada rencana melakoni operasi Caesar, tak usah dibawa khawatir ya, sebab sekalipun dianggap lama, ada lho beberapa cara yang diketahui bisa mempercepat pemulihan luka C-section.

Bersabarlah dan Jangan Lakukan Aktivitas Berat sampai Enam Minggu ke Depan ya

Perempuan yang sudah melahirkan bukan berarti ia bebas melakukan apapun. Saat berhasil melewati proses operasi C-section, perempuan sejatinya harus bersabar dan menunggu sampai dokter membolehkanmu bebas beraktivitas.

Untuk itu, kalau kamu pun mengalami situasi yang serupa, sebaiknya tahan dulu hasratmu menurunkan berat badan dengan nge-gym, lari, atau olahraga berat lainnya. Tahan juga hasrat membersihkan rumah yang berantakan pasca ditinggal bersalin.

Biasanya dokter tetap menyarankan untuk bergerak tapi tak boleh terlalu banyak gerak. Tunggulah sampai enam minggu. Ini karena proses pemulihan yang sempurna butuh waktu selama itu. Intinya, kesabaran adalah kunci percepatan pemulihan operasi C-section yang kamu lakoni.

Pastikan Asupan Nutrisimu Terpenuhi ya Setiap Harinya

Penuhi makananmu dengan buah dan sayur kaya serat untuk mengurangi efek sembelit pasca C-section. Ya, operasi caesar memang bisa memicu sembelit. Hal ini terjadi karena adanya penyumbatan usus yang disebut ileus.

Sembelit pun disertai nyeri meradang pada luka C-section. Demi mengatasi hal ini, siasati dengan mengonsumsi sayur dan buah secara rutin ya. Tegang pada usus akan berkurang jika kamu semakin banyak dan rutin mengonsumsi serat.

Jika Masih Tak Berselera Makan, Coba Atasi dengan Mengunyah Permen Karet

Jika masih tak berselera makan buah dan sayur, cobalah mengunyah permen karet untuk mengatasi sembelit.

Penelitian dari Thomas Jefferson University Hospital, Philadelphia, Amerika Serikat mengemukakan jika mengunyah permen karet dapat mengatasi susah buang air besar pasca melahirkan. Kegiatan mengunyah ini sejatinya sedang memanipulasi kerja tubuh seolah-olah kamu sedang benar-benar makan.

Jangan Mengangkat Barang Berat karena Bahaya Lho untuk Perutmu

 

Mengangkat barang berat hanya akan menimbulkan tekanan pada perut, ini berbahaya apalagi jika jahitanmu belum sempurna. Saat seseorang melakukan kegiatan yang memberi tekanan pada perut seperti angkat barang berat, dinding abdomen turut tertekan.

Tekanan yang terlalu tinggi dan terus menerus bisa membuat dinding abdomen melemah sekaligus membahayakan ususmu. Karenanya, mengangkat beban berat pun juga dilaranng.

Kalau kamu menyepelekan anjuran ini, bisa jadi efek samping yang mungkin terjadi adalah meregangnya jahitan, lalu robek, dan terjadi infeksi. Kalau kamu mau mengangkat barang, angkatlah barang yang ringan dan sedikit atau minta bantuan suami.

Konsumsilah Obat Penghilang Rasa Sakit yang Memang Disarankan oleh Dokter

Untuk perempuan yang baru melahirkan, tak perlu takut minum obat pereda rasa sakit untuk luka C-section. Bagaimanapun, dokter tahu mana yang aman untukmu dan buah hati, jadi tak perlu takut jika kandungan pada obat mempengaruhi kualitas ASI yang akan diminum si bayi. Dokter pasti memberikan resep yang tak berlebihan pula.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Menunda Pacaran, Karena Tujuan Hidup Tak Selalu Demi Mengejar Asmara

Ada orang yang betah melajang sekian lama. Bukan, bukannya dia tak suka pada lawan jenis,tapi mungkin memang ada alasan pribadi yang tak bisa dimengerti banyak pihak.

Ada orang yang fokus dan mencintai pekerjaannya, sehingga asmara bukan satu-satunya hal yang ia kejar. Mungkin ada lawan jenis yang mendekatinya, tapi dia memutuskan untuk belum menerima salah satu dari mereka untuk jadi pacarnya.

Dari sekian banyak alasan yang cukup logis untuk dipahami, mari kuberitahu mengapa ada orang yang memilih menunda pacaran dan merasa tak masalah dengan keputusannya itu.

Masih Trauma dengan Luka yang Pernah Dialami di Relasi Sebelumnya

Jika dirinya memang memiliki pengalaman buruk mengenai kisah cintanya di masa lalu, mungkin dia akan lebih berhati-hati lagi saat mengencani atau berkencan dengan lawan jenis.

Lagipula, tentu tak ada kan yang ingin disakiti? Bagaimanapun, sebuah relasi pasti memberikan pembelajaran tersendiri untuk seseorang. Jika dalam sebuah relasi, kamu pun pernah merasa disakiti, tentunya ada trauma tersendiri yang akan menahanmu untuk lebih berhati-hati ke depannya, kan?

Sempat Khawatir Kalau Perasaan yang Dialaminya Hanya Rasa Penasaran Sesaat

Orang yang seperti ini biasanya lebih hati-hati dalam bersikap. Bahkan dalam urusan asmara pun, mereka tak mau gegabah. Untuk itu saat ia merasakan perasaan suka terhadap lawan jenis, orang dengan tipe ini memilih untuk memikirkan dan mempertimbangkan lagi.

Bagaimanapun, mereka merasa takut kalau seseorang yang menyatakan cinta terlalu cepat, itu karena perasaan sesaat sehingga dia takut kalau dirinya menjalin hubungan dengan seseorang yang tak benar-benar mencintainya.

Merasa Tak Dicintai oleh Pihak Manapun

Ada perasaan takut kalau sejatinya tak ada orang yang benar-benar mencintainya. Itulah alasan dia memilih untuk menunda dulu menjalin relasi. Tipikal orang semacam ini biasanya kurang percaya diri dan memilih menanti orang yang benar-benar mau menerima kepribadiannya apa adanya.

Mereka tak seperti kebanyakan orang yang justru antusias saat proses pendekatan, pihak yang kurang percaya diri akan sangat tertutup dengan lawan jenis yang sedang mendekatinya. Mungkin di masa lalu ia pernah disakiti karena kepribadiannya, untuk itu, pengalaman pahit tersebut yang membentuknya sekarang ini.

Memang Belum Siap Pacaran

Mungkin ia punya perspektif tersendiri mengenai sebuah relasi yang membuatnya belum siap untuk melakukan hal itu. Mungkin menurutnya relasi menuntutnya untuk memberi diri bukan untuk diri sendiri, tapi orang lain yang kita sayangi, dan merasa belum mampu untuk melakukan hal itu karena masih mencintai pekerjaan.

Kasus seperti ini tentu sering terjadi, bukan? Untuk itu, kalau kamu sedang menghadapi gebetan dengan pola pikir yang seperti ini, kamu perlu menunggu sampai dia benar-benar siap untuk menjalani hubungan yang serius dengan kamu, ya!

Perlu Waktu untuk Saling Mengenal Lawan Jenis yang Sedang Mendekati

Seberapa dalam rasa cintanya untuk kamu, dia merasa perlu waktu untuk mengenal kamu lebih jauh. Ia merasa tak bisa kalau hanya mengandalkan perasaan suka diantara kalian.

Untuk itu, dia memilih untuk mengenalmu lebih dalam lagi. Tak masalah berapa lama waktu yang dibutuhkan, ia hanya butuh dirinya siap saat kelak akan menjalin relasi denganmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top