Career & Money

Beranikah Kamu Menikah Sebelum Mapan? Ini Alasannya Menikah Sebelum Mapan

habibiemapan

Ketika ditanya kapan nikah, Kamu selalu menjawab belum siap. Lantas kapan siapnya? Mungkin kamu bisa berdalih ketika mapan.

Jika itu terjadi, Mungkin Kamu banyak sekali mendengar wejangan bahwa menikah dan kemapanan seharusnya jadi satu paket: Jadi mapan dulu baru menikah. Namun, ada juga pasangan yang sudah mapan dan matang dalam umur, namun belum juga merasa siap untuk menikah.

Berdasarkan penelitian Lunch Aktually, sebuah biro jodoh dengan konsep short, sweet, dan simple tersebar di Kuala Lumpur, Hong Kong, Penang, Singapura, dan Indonesia: Di Hong Kong umur ideal untuk menikah adalah 33 tahun ke atas, berbeda dengan Indonesia,  justru hasilnya kaum muda pria dan perempuan memilih cepat menikah pada usia 26 hingga 32 tahun.

Kalau kamu berdalih belum mapan, apa kamu bisa memberi jaminan kapan kamu akan mapan dan siap menikah? Tidak ‘kan? Setidaknya, berikan target untuk diri kamu sendiri dan pastikan ukuran kemapanan kamu itu realistis. Jangan ngotot mau beli rumah yang harganya milyaran baru kamu bisa menikah.

Jangan hanya menunggu harta, uang bisa dicari, pasangan seumur hidup belum tentu

Kita semua sadar salah satu faktor yang penting dalam perkawinan adalah harta kekayaan. Dalam perkawinanmu kelak, memang selayaknyalah nanti suamimu yang memberikan nafkah bagi kehidupan rumah tangga, dalam arti harta kekayaan dalam perkawinan ditentukan oleh kondisi dan tanggung jawab suami. Namun di zaman modern ini, dimana Kamu sebagai perempuan juga ikut bekerja.

Jangan hanya menunggu harta, harta bisa dicari bersama , pasangan seumur hidup belum tentu . Sedikit menohok memang, tapi benar adanya . Saat kamu terus-menerus mengejar yang namanya harta dan kemapanan, kamu cenderung kehilangan fokus akan apa yang sebenarnya lebih penting yaitu keluarga.  Dengan berkeluarga, kamu merasakan kehidupan pernikahan dan perjuangan dari bawah bersama-sama, daripada kamu harus ribut dengan harta.

Menikah Sebelum Mapan, Membuat Kamu menghadapi pasangannya dengan penuh penghargaan

Kedewasaan seseorang memang tak bisa dilihat dari segi usia. Usia juga sepertinya tak bisa dilihat dari kesiapan seseorang dalam menikah.

Kamu pasti sering melihat perempuan atau pria yang masih berumur muda memutuskan untuk berumah tangga. Tapi tak sedikit juga mereka yang sudah dewasa dari segi umur belum juga menikah. Maka tak ayal banyak yang bertanya berapakah usia tepat untuk menikah  walaupun kesiapan menikah belum tentu dilihat dari umur.

Di Indonesia sendiri, batas usia menikah sudah ditentukan oleh Undang-undang Perkawinan. Pada Undang-undang Perkawinan tahun 1974, usia minimum seorang perempuan untuk menikah adalah 16 tahun. Sedangkan untuk pria, 18 tahun. Namun menurut BKKBN, akan lebih siap jika seorang wanita menikah di atas usia 20 tahun.

Mapan tentu saja bukan soal kekayaan atau kepemilikan saja, mapan adalah usia dan soal kesanggupan Kamu dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya.

Dengan Menikah sebelum Mapan, seseorang akan menghadapi pasangannya dengan penuh penghargaan. Karena ia sadar bahwa dalam diri pasangan tersebut ada sisi-sisi yang akan menyempurnakan dirinya. Bayangkan kalau cara berpikir seperti ini tidak ada dalam sebuah pernikahan, hubungan suami-istri akan melulu atas-bawah, subordinatif, dan cenderung tidak adil.

Mewujudkan impian bersama dalam rumah tangga

Kamu tentu punya mimpi, pasanganmu juga punya mimpi. Mewujudkan mimpi, kita tidak bisa sendiri. Kita membutuhkan partner untuk mewujudkan impian-impian kita. Maka dengan menikah sebelum impianmu terwujud, Kamu bersama pasangamu bisa bersama-sama mewujudkan mimpi-mimpi bersama.

Ketika berjuang bersama, di sanalah akan tercipta kesalingpahaman antara suami dan istri. Selanjutnya, keduanya akan sama-sama menjalin komitmen untuk bersama mewujudkan impian-impian besar yang mereka miliki.

Keduanya akan sama-sama menjalin komitmen untuk bersama mewujudkan impian-impian besar yang mereka miliki. Tidak hanya impian bersar, tapi juga impian kecil. Pernikahan bukan hanya tentang mewujudkan impian-impian besar, tapi juga menjalani hal-hal kecil di keseharian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Warna Favoritmu Apa? Itu Bisa Jadi Penentu Karaktermu!

Semua orang pasti punya warna favorit. Meskipun kamu bilang “tak punya warna kesukaan” secara tak sadar pasti ada preferensi khusus ketika memilih warna. Coba tengok isi lemari pakaianmu, pasti kamu bisa segera menemukan jumlah warna yang lebih banyak dibanding lainnya.

Dari penelitian, secara statistik warna biru adalah yang paling banyak difavoritkan oleh orang. Termasuk juga warna yang paling banyak dipilih mayoritas laki-laki. Sementara perempuan paling banyak memilih warna hitam. Sementara warna yang paling sedikit difavoritkan adalah warna kuning. Hanya 5 persen orang yang memilih warna ini sebagai kesukaan. Itu pun semakin menua, mereka yang tadinya memilih kuning akan beralih ke warna orange.

Dalam cabang ilmu psikologi, warna ini tak cuma dianggap angin lalu. Ada cabang keilmuan psikologi khusus yang mempelajari hal ini. Disebut pemilihan warna dipengaruhi oleh karakter. Lantas apa kata ilmu tersebut mengenai warna pilihanmu?

Biru Itu Tenang Dan Senang Keteraturan

gaun biru

Biru itu serupa warna lautan. Seringnya di asosiasikan dengan ketenangan. Mereka yang memfavoritkan warna biru biasanya gemar mencari kedamaian dan keteraturan dimanapun dia berada. Biasanya penyuka warna biru mudah bergaul dan sangat bisa diandalkan.

Merah Itu Senang Menjadi Pusat Perhatian Dan Ingin Terlihat Menarik

gaun merah

Meski belum ditemukan sebabnya, namun sejumlah studi menyebut bahwa warna merah cenderung lebih menarik perhatian dibandingkan warna yang lain. Beberapa menyebut hal ini berkaitan dengan insting dasar biologis tubuh yang cenderung memanas dan memerah jika merasa tertarik.

Meski tanpa sengaja, orang yang menyukai warna merah umumnya berasal dari kesadaran ini. Mereka merasa lebih diperhatikan jika menggunakan warna merah. Keinginan untuk selalu mendapat perhatian inilah yang kemudian mendorong seseorang menyukai warna merah.

Hijau Itu Sangat Memperhatikan Keuangan, Keamanan Dan Kesejahteraan

celana hijau

Hijau memang sering dikaitkan dengan alam dan lingkungan. Namun menurut psikologi warna,mereka yang memilih hijau umumnya adalah orang-orang yang mengutamakan kestaabilan keuangannya, sangat ingin mendapatkan rasa aman dan mengutamakan kesejahteraan.

Orange Itu Pembawaannya Santai Dan Mudah Bersahabat

sepatu orange

Merka yang gemar warna oranye atau orange umumnya juga gemar menjadi pusat perhatian. Cenderung bersifat flamboyan, punya banyak teman dan tak senang sesuatu yang serius. Konon katanya penyuka warna oranye ini cenderung menunda pernikahan loh!

Abu-Abu Itu Senang Kebebasan Dan Sulit Berkomitmen

jaket abu-abu

Warna ini berada diantara hitam dan abu-abu. Seperti warnanya yang “tak jelas”, karakter penyukanya juga tak terlalu senang komitmen. Menurut psikologi warna, penggemar warna ini hanya punya sedikit emosi, mudah bosan dan tak mau terikat.

Mereka tak punya sesuatu yang benar-benar disukai atau sesuatu yang benar-benar dibenci. Semua biasa saja untuk mereka. Hidupnya yang bebas dan tak mau terikat biasanya justru membuat penasaran banyak orang.

Merah Muda Itu Sedikit Naif Dan Apa Adanya

gaun pink

Penyuka merah muda itu bisa diibaratkan mereka yang selalu dalam kondisi anak-anak. Tak punya banyak kecurigaan, polos dan tidak punya perasaan negatif kepada orang lain. Sayangnya penyuka pink ini sering dimanfaatkan oleh orang lain.

Hitam Itu Moody, Tak Mau Ribet Namun Inginnya Yang Berkelas

baju hitam

Para penyuka hitam ini tidak mau berhadapan dengan segala keribetan. Mereka selalu ingin hal-hal yang berkualitas dan berkelas. Ujungnya karakternya cenderung moody alias mudah berubah-ubah jika menemui hal yang kurang disukainya.

Putih Itu Menganggap Dirinya Polos

pakaian putih

Putih itu sering dikaitkan dengan suci dan kepolosan. Namun sesungguhnya penyuka warna putih itu tak begitu polos-polos amat. Namun mereka ingin meyakinkan orang lain bahwa diri mereka polos. Sementara sebetulnya mereka sama sekali tidak polos dan cenderung “pintar”.

Kuning Itu Idealis Dan Perfeksionis

baju kuning

Penyuka warna kuning itu cenderung idealis dan bahkan perfeksionis. Mereka juga punya optimisme yang di atas rata-rata. Sayangnya keinginan untuk segala sesuatu itu selalu sempurna mendorong orang dengan karakter ini jadi mudah cemburu dan iri.

Jadi Pilihan Warnamu Apa? Coba Sesuaikan Dengan Kendaraanmu!

suzuki adress

Guna memperkuat karaktermu tentunya pas kalau kendaraan sehari-hari yang digunakan warnanya sesuai dengan yang kamu favoritkan. Seolah menjawab tantangan ini, Suzuki mengeluarkan Suzuki Addres Playful.

Motor model baru tersebut merupakan pilihan tambahan dari Suzuki Address FI yang telah eksis sebelumnya.Namun kini dilengkapi dengan 10 pilihan warna aksesoris panel bodi menarik dan penuh gaya yang dapat disesuaikan dengan karakter kamu.

Yup, kamu tak salah baca memang ada 10 pilihan warna. Motor yang dilepas seharga 15,2 juta ini punya warna Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange dan Ice Silver.

Selain warnanya yang menarik motor ini cocok untuk penggunaan harian karena dimensi bodinya yang mungil dengan dimensi pas dan seimbang. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dan ramping hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Skutik ini juga nyaman karena didukung suspensi depan dan belakang yang tangguh. Untuk bagian depan menggunakan suspensi tipe Telescopic Coil Spring Oil Damped. Sedangkan untuk belakang Suzuki Address Playful menggunakan suspensi tipe Swingarm Coil Spring Oil Damped.

Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 yang cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Jadi kamu pilih yang mana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Menjelang Hari Pernikahan, 5 Perasaan Ini Akan Makin Kuat Dirasakan Calon Mempelai Perempuan! Cie…

Apa kabar calon pengantin? Mendekati hari H, berbagai perasaan tiba-tiba saja membayangi pikiran. Bagaimana tidak, momen sakral itu tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Tak heran jika hari-harimu kini terasa tak biasa.

Mulai dari letupan kebahagiaan karena sebentar lagi akan menjadi pasangan yang sah, hingga perasaan haru bila mengingat kamu tak akan hidup bersama orangtua lagi. Bahkan bukan tak mungkin bila hingga hari bahagia itu kamu tak akan bisa tidur dengan tenang. Bukan karena apa-apa, hal itu hanya bentuk rasa bahagia atas pencapaian hubungan yang telah kamu jalani selama ini dengannya. Meski mungkin akan membuatmu sedikit tak nyaman, namun inilah perasaaan-perasaan yang ikut mengiringi kamu menjemput kisah indah itu.

Masih Seperti Mimpi, Penantian Panjang Itu Akan Segera Berakhir Bahagia

Mungkin kamu dan ia masih belum menyangka atau bahkan bertanya-tanya, apakah semua hal yang kini telah didepan mata adalah kenyataan. Lebih lucunya bahkan kamu belum percaya bahwa perjalanan cintamu dengannya mampu membawa kalian hingga sejauh ini. Apalagi jika ternyata tadinya dia bukanlah orang pertama yang mengisi hatimu, membayangkan menikah dengannya saja tidak.

Pada akhirnya jalan hidup membawamu padanya. Dia yang datang tidak sebagai orang pertama, justru mampu membawamu kepada kebahagiaanmu yang sebenarnya. Hingga kepada perasaan dan pikiran lain yang masih sering membuat kamu bertanya-tanya. Bukan hanya waktu yang terasa berjalan begitu cepat, namun juga tentang kebahagiaan besar yang telah dihadiahkan dia untuk hidupmu. Iya, sebentar lagi!

Setelah Mimpi Yang Terasa Lebih Nyata, Ada Bahagia Yang Rasanya Sulit Untuk Diucapkan

Menjelang hari H rasanya bersyukur jadi alasan kuat untuk selalu tersenyum. Membayangkan bagaimana raut wajahnya saat memintamu untuk menerima lamarannya jadi sesuatu yang berhasil membuat hati terasa hangat. Rona bahagia itu semakin jelas terasa seiring waktu berjalan. Tanpa terasa dia yang kemarin datang hanya dengan kata cinta, tidak lama lagi akan jadi teman hidup halalmu. Segala hal yang menjadi suka dan duka selama pacaran rasanya akan dibayar dengan sebuah ikrar. Hubungan kalian pun sebentar lagi akan sah dimata hukum dan agama. Mari menghitung mundur sembari menghilangkan rasa ragu di dada.

Hingga Akan Ada Hari Yang Mendatangkan Keraguan, Ada Sesuatu Yang Terasa Kurang Lalu Marasuki Pikiran

Tak hanya rasa bahagia yang kadang tak bisa diucapkan, ragu dan canggung pun mulai merajai pikiran. Hal ini sering disebut sebagai pre marriage syndromn, sebuah kekhawatiran yang akan kita rasakan menjelang pernikahan. Dianggap sebagai momok yang menakutkan, hal ini memang sering berhasil merusak mood. Tapi jangan khawatir, hal itu wajar dirasakan oleh semua perempuan menjelang hari pernikahan. Meski hati sedang tidak stabil, kamu harus tetap berusaha untuk tenang. Bicarakan semua hal yang menjadi beban pada pasangan, orangtua, sahabat atau wedding organizer yang kebetulan membantumu.

Lalu Dihadapkan Pada Situasi Pelik Yang Kadang Berhasil Membolak-balikan Hati

Setelah itu kamu akan mulai sadar bahwa ternyata menikah tidak semudah bayangan. Bukan hanya dengan lamaran lalu menikah. Ada banyak proses yang ternyata harus kita hadapi dan lalui sebagai seorang calon pengantin. Apalagi jika kamu ingin menikah dengan mengikuti adat daerah asalmu. Ini akan lebih terasa rumit dan cukup menguras tenaga dan pikiran. Alih-alih mampu untuk mempersiapkan segala sesuatu sendirinya, kamu akan butuh bantuan banyak pihak untuk mempersiapkan pernikahanmu. Sebab rasanya mustahil bila kamu sanggup meng-handle semuanya sendiri. Apalagi sebagai calon pengantin kamu harus menjaga kondisimu, agar bisa tampil prima dihari H.

Namun Dibalik Semua Perasaan Bahagia dan Khawatir Yang Ada, Kamu Justru Jadi Bersyukur Karena Selalu Ada Dia Yang Setia

Semua perasaan yang ada dalam hati dan pikiran tiba-tiba  jadi sulit untuk diungkapkan. Hingga mulut yang terasa terkunci dan hati yang tak ingin henti menggumamkan syukur. Termasuk untuk laki-laki yang selalu ada di sisimu. Mengingat semua proses itu kamu jadi tahu bagaimana kuasa semesta begitu hebat untuk mempertemukan kalian.

Bukan hanya itu, kamu juga bersyukur karena bisa dicintai oleh laki-laki yang menerimamu dengan setulus hati. Laki-laki yang akan menempatkan hidupmu sebagai tanggungjawabnya begitu ikrar itu selesai terucap. Setelah itu kamu tak perlu merasa bersalah saat menggamit lengannya lembut. Sebab pada saat itu dia telah menjadi suamimu.

Beginilah hidup, pahit manisnya selalu menjadi teka-teki yang sering sulit untuk kita tebak. Termasuk hari-hari menjelang pernikahan yang sebentar lagi akan kamu cecap. Lalu sudah siapkah kamu ?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Tidak Perlu Malu Karena Perempuan Yang Memilih Sendiri Bukan Berarti Tidak Laku

perempuanusia30

Hidup yang dijalani memang akan selalu menawarkan pilihan. Termasuk tentang pilihan dalam hal menjalin hubungan atau memutuskan untuk sendiri terlebih dahulu. Hal itu memang bukanlah perkara mudah untuk seorang perempuan. Berbagai pertimbangan pun jadi alasan, yang mungkin bagi sebagian orang bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. Tapi biar bagaimanapun hidup yang dimiliki adalah hakmu sepenuhnya. Kamu berhak melakukan apa saja yang sekiranya baik untuk diri. Meski memiliki kekasih kadang memang terlihat menyenangkan.

Memilih untuk memilih menjalani kehidupan sepeti sekarang ini, bukan berarti kamu jual mahal atau tidak laku. Hanya saja mungkin kamu memiliki pandangan yang sedikit berbeda dengan mereka yang lebih memilih untuk menjalin hubungan.  Selalu ada alasan yang mendasari sebuah pilihan. Nah, untuk kamu yang merasa bingung tiap kali ditanya kenapa masih sendiri, alasan-alasan ini akan membantumu menjawab pertanyaan itu.

Bukan Tidak Percaya Kepada Lelaki, Tapi Nyatanya Kamu Juga Tak Kalah Bahagia Meski Seorang Diri

Meski bagi sebagian orang kondisi ini mungkin terlihat menyedihkan, tapi nyatanya justru kamu lebih bahagia. Berapa banyak perempuan yang harus mengisi hari-harinya dengan rasa galau karena ulah pasangannya? Mulai dari rasa khawatir terhadap pacar hingga kecewa setiap kali ada pertengkaran. Bila hal itu bandingkan dengan pilihan hidupmu, jelas kamu lebih bahagia. Kebebasan yang kamu miliki memberikan kebahagian tersendiri untuk hati dan jiwa. Bebas berteman dengan siapapun tanpa khawatir jika akan ada hati yang tersakiti, kamu juga bisa bepergian dengan semua sahabat tanpa beban.

Pilihan itu sekaligus memberikan  gambaran bahwa hidup tidak melulu harus diisi dengan hadirnya pasangan dalam hidup. Sebab ada banyak hal penting yang layak untuk mendapat prioritas. Meski nantinya kamu harus menerima akibat sosial dari orang-orang yang gagal paham akan pilihanmu yang memilih untuk sendiri. Namun itu adalah hal yang wajar, akan selalu ada pro dan kontra dari setiap keputusan yang diambil

Kamu Pun Bisa Mengetahui Lebih Jelas Tentang Apa Yang Sebenarnya Diinginkan Dalam Hidup

Membuat daftar keinginan memang akan membuat kamu terlihat sangat selektif, tapi hal ini penting untuk dilakukan. Termasuk tentang kriteria spesifik laki-laki yang kelak akan kamu jadikan pasangan. Ini adalah poin serius yang harus diperhatikan. Dengan begini kamu bisa mengetahui apakah dia bisa jadi pasangan yang tepat atau tidak untukmu.

Tidak jauh berbeda dengan tentang kriteria pasangan, masih ada banyak hal lain yang mungkin menjadi keinginan. Menekuni hobi atau meningkatkan karir adalah hal yang patut mendapatkan prioritasmu. Ketika sudah memiliki pasangan, dia yang kamu cintai akan jadi orang yang merasa berhak untuk semua hal yang akan kamu lakukan. Bukan tidak mungkin kamu jadi tidak bisa melanjutkan keinginanmu karena pasanganmu tidak setuju. Hal yang kurang menyenangkan ini tentu tidak akan terjadi saat kamu sendiri. Kamu leluasa melakukan segala hal yang bisa membuat dirimu bahagia. Kondisi ini jelas akan membuat kamu lebih mudah mencapai tujuan hidupmu.

Ada Prioritas Lain Yang Lebih Penting, Orangtua Yang Harus Bahagia Dimasa Tuanya

Kejelasan hubungan yang kamu jalani memang jadi kebahagian tersendiri bagi orangtua. Namun terlepas dari rasa bahagianya, kamu juga akan jauh lebih bahagia jika mampu membuat mereka tersenyum karena keberhasilanmu meraih cita-cita. Selain karir dan sahabat, keluarga adalah bagian yang paling utama untuk dijadikan prioritas.

Memiliki pasangan secara tidak langsung akan menyita waktunmu. Fokusmu untuk mengejar cita-cita pun tak lagi sefokus dulu. Sedangkan bila masih sendiri, kamu bisa mencurahkan segala tenaga dan waktu untuk mengejar mimpimu. Tentu kamu akan merasa bangga bukan bila bisa membahagiakan orang tua dengan hasil dari keringatmu sendiri?

Karena Memilih Sendiri Adalah Bentuk Dari Komitmen Untuk Diam-Diam Memperbaiki Diri

Dianggap sebagai seseorang yang tidak mau berkomitmen justru ini adalah bentuk dari komitmen. Komitmen untuk terus memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. Sembari menunggu dia yang nantinya akan jadi pasangan. Ibarat kata pepatah “Jodoh adalah cerminan dari dirimu sendiri” yang memang benar adanya. Kamu sebaiknya jangan berharap untuk menemukan dia yang baik dan sesuai keinginan, jika ternyata kamu sendiri bukanlah orang yang benar-benar baik. Untuk itu pilihan untuk sendiri saat ini bisa dijadikan ajang untuk mengubah diri ke arah yang lebih baik lagi. Hingga saat waktunya tepat kamu akan dipertemukan dengan dia yang juga memang benar-benar baik pula. Mungkin ingin berubah tanpa adanya batas yang akan mengatur semua gerak yang ingin kamu lakukan. Untuk itulah kamu memilih sendiri.

Bahkan Mereka Yang Telah Mengaku Sebagai Pasangan Saja Tak Bisa Memastikan Diri Untuk Tetap Bersama

Untuk hal ini kamu bisa belajar dari banyaknya kasus putus yang dialami oleh orang di sekitarmu. Mereka bisa saja tiba-tiba putus dengan alasan hanya karena bosan. Ini sekaligus jadi gambaran yang menjelaskan resiko dari berpacaran. Situasi jiwa dan hati seseorang bisa berubah hanya dalam rentan waktu yang begitu cepat.

Dari kejadian itu, ada sesuatu yang kamu sadari atau malah sedang dihindari. Kamu memilih untuk sendiri sementara waktu demi memastikan diri kamu terhindar dari sakit hati yang disebabkan oleh pertengkaran dengan pasangan atau bahkan berakhirnya hubungan.  Meski hal itumemang bersifat alamiah dan bisa terjadi pada setiap orang. Tapi siapapun tentu tidak ingin berkutat dalam hubungan yang putus-nyambung. Karena hati bukanlah barang yang bisa dimainkan sesuka hati.

Memang Sendiri Lebih Baik Untuk Menunggu Dia Yang Nantinya Jadi Pasangan Terbaik

Sebagian orang mungkin meyakini bahwa berpacaran adalah hal yang dilarang karena rentan mendatangkan dosa. Untuk itu memilih sendiri jadi pilihan yang dengan mantap diputuskan. Atau mungkin kamu lebih percaya bahwa semua hal telah diatur oleh Tuhan, termasuk soal pasangan yang akan menjadi pendamping hidupmu kelak. Kamu percaya betul bahwa  pada waktunya ia akan datang untukmu. Menjadi seseorang yang akan menemanimu disepanjang sisa usiamu. Jadi tidak perlu khawatir ataupun risau, semua hal akan indah pada waktunya.

Masih tetap melajang, sedangkan waktu terus berjalan memang menjadi kekhawatiran bagi sebagian besar perempuan. Namun bukan berarti kamu lantas jadi tak bahagia. Toh kebahagiaanmu tak hanya ditentukan oleh keberadaan kekasih atau pasangan saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Sebab Cinta Adalah Anugerah, Haruskah Cinta Beda Agama Diperjuangkan?

inhale

“Tuhan memang satu

Kita yang tak sama

Haruskah aku lantas pergi

Meski cinta tak kan bisa pergi

Penggalan lirik lagu Peri Cintaku yang dinyanyikan dengan apik oleh Marcell tersebut benar adanya. Ini adalah gambaran isi hati kamu yang menjalani cinta beda agama. Tenang, bukan hal yang salah kok! Toh kamu juga tak bisa memilih pada siapa kamu akan jatuh hati. Kamu juga tak pernah merencanakan untuk jatuh hati dengannya. Hingga pada suatu saat kamu mulai menyadari sesuatu yang tak biasa.

Berawal dari tatap mata. Bersamanya setiap hela nafas menjadi lebih berarti

Ketika sepasang mata telah saling menatap dalam, degub jantung itu menjadi sulit dikendalikan. Bahkan rasa nyaman itu pun telah menjadi candu yang melenakan. Rengkuhannya adalah tempat ternyaman yang dapat kamu capai. Bisa menikmati aroma parfumnya saja sudah membuatmu merasa bahagia. Kamu membutuhkan dia untuk membuat setiap hela nafas jadi lebih berarti.

Kalian adalah sepasang kekasih yang menyebut Tuhan dengan nama berbeda

Siapa yang mampu menahan terjangan cinta ketika dua hati telah sama-sama menginginkannya? Begitu pun kamu. Senyum malu dan rona pipi yang memerah. Hanya itu yang bisa kau lakukan saat dia yang menyebut Tuhan dengan nama berbeda menyatakan isi hatinya.

Ini jelas bukan hal mudah. Namun kamu dan dia rela berpeluh demi bisa memastikan bersama

Mulailah perjalanan yang berat itu. Kamu dan dia bersusah payah mengayuh perahu agar tak karam. Ada banyak rintangan yang harus kalian hadapi. Termasuk badai hebat yang sesekali membuat bulu kuduk meremang. Kalau menjalani hubungan cinta yang satu agama saja sudah berat, apalagi menjalani cinta beda agama?

Ini rumit! Menjadi lebih rumit lagi karena kalian berdoa di rumah ibadah yang berbeda

Kamu dan dia adalah dua orang yang saling mendoakan dengan cara yang berbeda. Cinta memang sesekali menghadirkan kerumitan. Lebih rumit lagi cinta yang dijalani dua orang dengan dua rumah ibadah yang berbeda pula.

Nasihat-nasihat dari orang terdekat menjadi pengingat yang telah tamat kamu terima

Bukannya tak ada yang mengingatkan, bahkan kalian telah khatam dengan nasihat-nasihat dari mereka yang ada di sekitarmu. Kadang Tuhan menguji manusia dengan cinta beda agama hanya untuk memastikan apakah kamu lebih mencintai ciptaanya atau pencipta-Nya.

Tekanan kian kuat. Kamu tahu mereka memiliki maksud baik. Ahh… Sudahlah…

Kamu memang bisa meluluhkan hatinya. Namun dengan itu tak lantas semuanya menjadi mudah. Seiring berjalannya waktu, orang-orang terdekat pun kian keras melarangmu. Mereka memang benar. Tak akan mudah menjalani ini.

Keyakinanmu mulai goyah. Kebahagiaan kian terasa semu. Kembali adalah jalan paling baik yang bisa dilakukan

Terbayang wajah-wajah orang terdekatmu yang memintamu untuk mengakhiri ini. Mereka yang menyayangimu setulus hati. Lagi pula bukan perkara mudah menjalani cinta beda agama, apa lagi membawa hubungan ini hingga pernikahan. Terlalu banyak yang harus dikorbankan dan tersakiti.

Maaf, hanya itu yang bisa kamu ucapkan padanya. Ini saatnya untuk mencari kebahagiaan masing-masing

Ternyata cinta tak cukup menjadi satu-satunya alasan untuk bahagia. Butuh restu untuk menjalin hubungan. Ketika bersama tak mampu memberikan kebahagiaan, mungkin kamu dan dia tak tercipta untuk tak saling melengkapi. Ada genggaman lain yang ditakdirkan Tuhan untukmu.

Terkadang Tuhan hanya mempertemukan, bukan mempersatukan

Kamu dan dia adalah dua orang yang saling mencintai namun tak bisa dipersatukan Tuhan. Terkadang Tuhan hanya mempertemukan, bukan mempersatukan. Dibalik kepahitan ini, Tuhan memiliki rencana yang indah untukmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top