Kesehatan & Me Time

Belajar Dari Charlie Chaplin, Jenaka namun Tak Pernah Lupa Memberi Cinta Pada Diri Sendiri

Dari Charlie Chaplin untuk Charlie Chaplin…

Saat aku mulai mencintai diriku, kutemukan jika penderitaan dan rasa sakit secara emosional hanyalah tanda kalau aku pernah hidup melawan jati diriku sebenarnya. Tak ada kebahagiaan sejati di dalamnya. Yang ada hanya rasa pilu. Dari situlah aku belajar bahwa menerima diri sendiri itu perlu dibanding hidup melawan jati dirimu.

Saat aku mulai mencintai diriku, aku pun mengerti bahwa membuat perasaan orang lain tersinggung itu tak menyenangkan. Apalagi hanya karena aku mencoba memaksakan keinginan pribadiku pada orang ini. Aku mulai belajar, saat aku mencintai diriku, berarti di dunia ini bukan perkara aku saja. Tapi ada orang lain dimana aku pun harus belajar menghargai keberadaan masing-masing dari mereka.

Saat aku mulai mencintai diriku, aku memilh berhenti mendambakan hidup orang lain dan mulai belajar melihat sesuatu yang ada disekitarku justru menggerakanku untuk semakin bertumbuh. Kini aku sadar, proses itulah yang disebut pendewasaan diri.

Saat aku mulai mencintai diriku, aku mulai paham kalau aku memang sudah berada di tempat yang tepat, waktu yang tepat dan setiap hal yang terjadi adalah memang sudah waktunya. Aku hanya diminta untuk tetap tenang menghadapi segala sesuatu di depanku. Ya, kini aku punya rasa percaya diri yang semakin besar.

Saat aku mulai mencintai diriku, aku berhenti untuk menyia-nyiakan waktu dan berkhayal tentang harapan yang terlalu sukar untuk diraih di masa yang akan datang. Bukannya pesimis, aku hanya ingin melakukan apa yang memberikanku kebahagiaan di masa sekarang.

Aku suka melakukan hal yang aku suka dan melihat orang lain juga suka dengan hal yang aku kerjakan. Biarkan aku melakukannya dengan cara dan ritmeku sendiri. Ya, aku siap menghidupi hidupku dengan kesederhanan.

Saat aku mulai mencintai diriku sendiri, aku melepaskan setiap hal yang tak baik untuk diriku. Mulai dari makanan, pertemanan, barang istimewa, situasi, apapun itu yang mungkin semula membuatku jauh dari diriku sendiri dan berusaha membentukku jadi orang lain.

Semula memang kukira hal semacam ini seperti sikap egois yang harus kuatasi. Tapi aku yakin keputusanku sudah benar, karena aku pun juga semakin yakin kalau ini adalah bentuk rasa cinta dan peduli pada diriku sendiri.

Saat aku mulai mencintai diriku sendiri, aku berhenti untuk memaksakan diri agar selalu bertindak benar dan kedepannya aku tak takut untuk melakukan kesalahan sekali waktu. Sebab kurasa memang itulah yang dinamakan proses pembelajaran.

Saat aku mulai mencintai diriku sendiri, aku memilih untuk tidak terbelenggu pada luka di masa lalu dan khawatir akan hari depan. Sekarang aku membiarkan diriku hidup dimana apapun bisa terjadi pada saat ini. Aku memilih untuk menghidupi hidupku hari demi hari dan setiap hari.

Saat aku mencintai diriku sendiri, aku menyadari kalau pikiranku bisa saja terganggu oleh hal-hal yang seketika bisa membuatku sedih. Tapi aku memilih untuk melembutkan hati dan memahami diriku sehingga aku bisa menepis lebih dulu segala hal yang berusaha menggangguku.

Aku ingin hidupku bermakna, bukan dengan saling serang atau berkonfrontasi degan yang lain. Sekalipun ada masalah, aku yakin aku bisa melewatinya. Dengan keyakinan itulah aku yakin hidupku akan selalu bisa memberi makna.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Sering Mimpi Tentang Mantan Tak Selalu Pertanda Rindu

Setiap mimpi memang selalu memiliki makna yang berbeda-beda. Tak terkecuali bila kamu bermimpi tentang mantan kekasih. Untuk sebagian orang, memimpikan mantan bisa jadi hal yang paling menyenangkan, tapi tahukah kamu, ternyata ada makna mendalam dari hal memimpikan mantan.

Tak selalu negatif, bermimpi tentang mantan tentu memiliki makna positif. Menurut Marion Rudin Frank, RdD, psikolog yang berfokus pada analisis mimpi dan hubungan asal Philadelphia, memimpikan mantan bisa jadi pertanda akan sesuatu yang justru tidak ada kaitannya sama sekali dengan hubunganmu di masa lalu.

Lalu, mimpi seperti apa saja yang memiliki makna positif? Untuk lebih lengkapnya, simak ulasannya berikut ini seperti dilansir dari Women’s Health.

Ada Sesuatu yang ‘hilang’ dalam Hidupmu

Jika kamu benar-benar bermimpi merindukan mantan saja tanpa ada kejadian lain, Frank mengatakan itu tandanya kamu sedang merasakan adanya kekosongan dalam hidupmu.

Misalnya kamu kurang merasakan kasih sayang atau intimasi dari orang tua atau teman-teman terdekat yang biasanya selalu setia berada di sisimu dalam keadaan apapun.

Relasimu sedang Dalam Masalah

Lain lagi bila kamu bermimpi sedang bertengkar dengan mantan kekasih, justru mimpi tersebut bisa jadi tanda kalau ada masalah dalam kehidupan yang perlu kamu selesaikan bersama pasangan.

Cobalah untuk melakukan introspeksi diri, justru bila kamu merasa bersalah pada pasangan mungkin karena ada hal-hal yang belum diceritakan dengan jujur, berarti ini adalah saat yang tepat untuk membaginya dengan pasangan. Jangan sampai hubungan jadi renggang karena kamu merahasiakan sesuatu terlalu lama ya.

Rasa Percaya Dirimu Sedang Menurun

Tak hanya soal rindu, memimpikan mantan kekasih juga bisa jadi memiliki kaitan dengan rasa percaya dirimu. Menurut Frank, hal itu bisa terjadi lantaran kamu menganggap ada bagian dari dirimu yang kurang baik, namun bagi mantan kekasihmu, itu adalah bagian yang paling indah dari dirimu.

Dan kemunculan mantan kekasih dalam mimpi adalah cara pikiranmu memberi tahu bahwa kamu perlu menunjukkan self-love terhadap dirimu sendiri.

Kamu Sedang Merasa Kurang Nyaman dengan Kehadiran Seseorang

Tak dapat dipungkiri, meski kadang dirindukan, mantan kekasih juga sering kita kaitkan dengan hal atau kejadian negatif. Hal ini juga dibenarkan oleh Frank. Salah satu kejadian negatif itu mungkin saja berkaitan dengan masalahmu di tempat kerja.

Di mana secara tidak langsung ada rekan kerja di kantor yang mengakui kerja keras Anda sebagai miliknya. Rasa dikhianati yang kamu rasakan saat mengetahui hal tentu tidak jauh berbeda dengan yang kamu rasakan ketika dulu sang mantan mengkhianatimu.

Nah, menurut Frank memimpikan mantan adalah cara pikiranmu mengingatkan bahwa sedang tidak suka dengan seseorang namun kamu harus tetap bisa bersikap profesional dan normal di depan dia.

Kamu Mendambakan Pasangan yang Mirip dengan Mantanmu

Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar ungkapan, ‘memimpikan mantan bukan berarti pertanda harus balikan’. Tampaknya ungkapan tersebut tak selamanya benar dan tak sepenuhnya salah.

Pasalnya, bisa jadi salah satu alasanmu memimpikan mantan adalah karena kamu benar-benar merindukan mereka, atau menginginkan kekasih baru tapi yang mirip dengan mantanmu. Baik dari segi fisik atau sifat dan perilakunya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Lakukan Hal Ini Agar Hubunganmu dengan Keluarga Semakin Erat

Keluarga adalah harta paling berharga. Sesibuk apapun kamu, jangan pernah melupakan keluargamu. Luangkanlah waktumu untuk keluargamu tercinta. Berikut ini adalah tips yang bisa kamu lakukan untuk membuat hubunganmu dengan keluarga tercinta semakin hangat dan erat.

1. Nonton Bareng

Tidak perlu nonton di tempat yang mewah kok. Kamu bisa melakukan aktivitas ini di rumah. Yang terpenting adalah momennya, bukan tempat atau filmnya. Luangkanlah waktumu untuk hal sederhana yang punya efek luar biasa ini.

2. Bermain Bersama

Jangan lupakan juga untuk meluangkan waktu dengan anak-anakmu. Ajaklah mereka bermain bersama. Biarkan mereka merasakan kehangatan keluarga dalam setiap detik dalam permainan yang kamu dan mereka lakukan. Tawa yang ada akan menjadi momen berharga yang takkan terlupa.

3. Memasak Bersama

Sesekali ajaklah keluargamu untuk memasak bersama. Bukan hasilnya yang terpenting, tapi prosesnya. Kamu bisa menghabiskan waktu dengan keluargamu. Lupakan sejenak segala kesibukanmu di kantor. Bebaskan semua bebanmu dan nikmatilah waktumu dengan keluargamu.

4. Berlibur Bersama

Kamu juga bisa mengajak keluargamu untuk berlibur. Setidaknya setahun sekali. Kamu bisa mengambil cuti dan fokus menikmati waktu luangmu dengan keluargamu tercinta.

5. Berolahraga Bersama

Hidup sehat juga perlu kan? Kamu bisa mempererat hubunganmu dengan keluargamu dengan melakukan olahraga bersama. Kamu bisa lari pagi bersama atau berenang bersama. Selain membuat tubuhmu menjadi lebih sehat, hubunganmu dengan keluarga juga pasti akan lebih erat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

7 Kalimat yang Menjadi Tanda Bahwa Pacarmu Bukan Pasangan yang Setia

Untuk kamu yang masih tak tahu bagaimana cara mencium gelagat ketidaksetiaan pasanganmu, kamu perlu tahu tentang beberapa hal. Ada banyak cara agar kamu tahu apakah pasanganmu termasuk sosok yang setia atau tidak.

Salah satunya dengan memperhatikan kalimat yang dia ucapkan. Jika pasangamu mengucapkan 7 kalimat ini, bisa jadi dia memang bukan sosok yang setia padamu. Kamu perlu lebih berhati-hati.

1. “Kenapa Kamu Tak Bisa Seperti Dia”

Dia selalu membandingkanmu dengan perempuan lainnya. Dia pun tak segan untuk mengucapkan kalimat kenapa kamu tak bisa menjadi seperti perempuan yang lebih sempurna di matanya.

Jika dia memang sosok yang setia, dia tak akan pernah mempermasalahkan kekurangmu dibanding perempuan yang lainnya.

2. “Perihal Pertemuan dengan Orangtuamu, Kita Bisa Bicarakan Nanti”

Seolah dia tak berminat untuk menjalin hubungan yang serius denganmu. Bahkan untuk bertemu dengan orangtuamu pun dia selalu mencoba untuk menundanya. Setiap kali kamu membuka pembicaraan perihal itu, dia selalu mencoba mengalihkan pembicaraan pada hal yang lain.

3. “Kapan Sih Aku Gak Setia?”

Laki-laki setia tak akan mengucapkan kalimat yang menegaskan kesetiaannya. Dia yang setia justru akan menunjukkan kesetiaan itu berupa perbuatan, bukan hanya sekedar kata-kata.

4. “Kamu Perlu Tahu, Dia Itu….”

Lagi-lagi membandingkanmu dengan perempuan lainnya. Artinya dia memang tak bisa menerima apa adanya dirimu. Dia masih sering melirik perempuan lain yang menurutnya lebih dibandingkan dirimu.

5. “Iya Aku Tahu Aku Sudah Janji, Nanti Pasti Aku Tepatin”

Hanya sekedar janji. Setiap kali kamu menagih apa yang menjadi janjinya padamu, dia selalu punya seribu alasan untuk mengundurnya. Janji yang diucapkan tak kunjung dia penuhi.

6. “Gak Perlu Terlalu Serius, Kita Masih Sebatas Pacaran”

Bukankah pacaran adalah satu tahap untuk menuju arah yang lebih serius lagi. Jika dia tak menganggapnya serius artinya dia pun tak memiliki rencana untuk menjalin hubungan yang serius denganmu.

7. “Kalau Ada yang Lebih Baik Dariku, Kamu Bisa Kok Pergi Bersamanya”

Tak ada usaha untuk mempertahankanmu. Dia memang tak memiliki keseriusan denganmu. Baginya, kamu bukan hal terpenting dalam hidupnya yang harus dijaga dan digenggam erat-erat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top