Kesehatan & Me Time

Ancaman Obesitas Mengintaimu Lewat Hal-hal Sederhana yang Masih Kamu Lakukan Setiap Hari

Ingin berat badan berkurang ternyata bukan perkara gampang. Walau sudah melakoni beragam diet diiringi olahraga teratur, lho tapi berat badan justru bertambah. Kesal sudah pasti, bingung apalagi.

Begini penjelasannya, ternyata selain diet dan olahraga teratur, ada lho berbagai aktivitas yang secara tak sadar kamu lakukan bisa jadi ancaman tersembunyi saat kamu sedang berfokus menurunkan berat badan.

Daripada terus-terusan pusing, coba cek dulu yuk ancaman apa saja yang rentan kamu temui sehari-hari…

Sering Begadang dan Akhirnya Kurang Tidur Pun Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya

Yep, kurang tidur bisa jadi salah satu pemicu naiknya berat badan inih kawan. Ini karena kalau kamu kurang  tidur, dalam tubuhmu akan terjadi perubahan hormonal dan kurangnya motivasi untuk berolahraga.

Bahkan, dalam sebuah penelitian yang dimuat di NCBI, para ilmuwan menganalisis kebiasaan tidur lebih dari 68 ribu perempuan selama 16 tahun. Mereka menemukan bahwa perempuan yang tidur kurang dari 5 jam per malam memiliki risiko lebih tinggi untuk bertambah berat badan daripada orang yang tidur 7 jam atau lebih.

Kurang Gerak dan Duduk Terlalu Lama di Kantor Bisa Jadi Ancaman Berat Badanmu Bertambah

Seringkali pekerjaan menuntutmu untuk duduk hampir seharian kan, kawan. Akibatnya, kita jadi kurang membakar kalori. Padahal menurut jurnal penelitian Plos One, kebiasaan ini kurang baik untuk tubuh karena memicu obesitas.

Nah, supaya kamu tak khawatir lagi dengan ancaman obesitas karena duduk terlalu lama di kantor, lebih baik sempatkan waktu untuk bangkit dari tempat duduk di kantor. Hanya dua menit setiap jam pun cukup.

Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Pun Jadi Pemicunya, Kawan

Sekarang ini orang maunya apa-apa serba cepat. Termasuk urusan makan. Padahal, makan terlalu cepat pun tak baik untuk kesehatan.

Yep, makan dengan cepat justru rentan membuatmu  bertambah gemuk. Bahkan sebuah studi menunjukkuan bahwa  Studi menunjukkan bahwa orang yang makan dengan cepat lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan nih kawan…

Asupan Air Putih Jangan Sampai Kurang ya Kawan…

Tidak cukup minum air bisa membuatmu haus, kan? Menariknya, kadang rasa rasa haus bisa disalahartikan sebagai tanda kelaparan atau mengidam makanan tertentu oleh tubuh.

Dalam sebuah penelitian yang dimuat di NCBI, para ilmuwan menemukan bahwa orang yang minum dua gelas air tepat sebelum sarapan makan 22% lebih sedikit daripada orang yang tidak minum air.

Hati-hati, Salah Satu Pemicunya Yaitu Terbiasa Makan di Depan Meja Kantor Sembari Bekerja


Kamu mungkin berpikir makan di meja kantor bisa bermanfaat untuk mempercepat pekerjaan atau sekalian multitasking. Kenyataannya, makan siang di meja kantor ternyata bisa memicu obesitas.

Menurut penelitian tahun 2013 di American Journal of Clinical Nutrition, sekitar 62% pekerja profesional Amerika makan di atas meja kerja dimana kemudian didapati bahwa mereka akhirnya mengonsumsi 50%  lebih banyak kalori dibanding batas normal.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Soal Memotong Poni Sendiri, Penata Rambut Asal Amerika Punya Tips-tipsnya

Memotong poni sendiri suka ditakutkan banyak perempuan. Ini karena kalau salah potong poni justru bisa membuat tampilan jadi tampak konyol. Rambut, kan, tidak tumbuh seperti semula dalam semalam. Bukan hanya kamu yang kesulitan memotong poni, Brooke Jordan, seorang stylist pun lebih memilih orang lain untuk memotong poninya.

“Untuk memotong poni yang bagus sesungguhnya membutuhkan banyak strategi dan teknik yang mempertimbangkan bentuk wajah, panjangnya, dan menciptakan movement, serta tekstur.” katanya. Tapi sebagai seorang penata rambut sekaligus pengarah gaya, Jordan punya tips untukmu yang memang lebih suka memotong poni sendiri tanpa harus ke salon.

Pertama, Atur dan Tengahkan Rambutmu dulu, Kawan

Hairstylist asal Amerika Serikat, Kirsten Patterson menyarankan untuk membawa semua rambut ke tengah supaya rambut yang paling dekat dengan garis rambutmu terarahkan ke tengah. Hal ini akan memudahkanmu membentuk poni yang diinginkan.

Basahkan Rambut Agar Memudahkanmu Memotong Poni dan Perhatikan Panjang Poni yang Dikehendaki

Basahi rambut saat hendak memotong poni, Brooke Jordan, seorang stylist asal Brooklyn, New York mengatakan dengan trik ini akan memudahkanmu untuk melihat garis rambut.

Baru kemudian perhatikan panjang rambutmu. Pastikan kamu sudah memiliki standar atau patokan tertentu soal panjang poni yang kamu kehendaki sehingga kamu tak ragu saat mulai memotong poni.

Memotong Poni pun Perlu Memikirkan Angle yang Tepat, Kawan

Patterson melanjutkan, urusan angle pun jangan sampai lalai. Ia menyarankan untuk memotong rambut secara paralel alias secara vertikal dengan sedikit kemiringan.

Menurutnya, ini akan membuat garisnya tetap lembut dan tidak kasar. Selanjutnya, kalau poni sudah terpotong, lakukan proses blow dry sehingga kamu bisa mengetahui apakan bentuk dan panjang poni sudah sesuai keinginanmu atau belum. Atau, trik lainnya, kamu bisa coba melilit rambutmu terlebih dahulu sebelum dipotong. 

“Lilit rambutmu sebelum dipotong,” rekomendasi Jordan. “Kamu akan mendapatkan ujung rambut yang bagus dan membulat.”

“Sebagai sentuhan akhir, gunting poni dengan ringan secara vertikal untuk menambahkan tekstur,” kata Jordan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Hati-hati, Kita yang Gajinya Pas-pasan Jangan Sampai Hobi Terlihat Kaya Tapi Bohongan

Sukses dan kaya, dua kata yang pasti didambakan banyak perempuan. Karier sukses akhirnya mengantarkan kita punya masa depan cemerlang. Tapi jangan sampai keinginan itu membuat kita jadi hilang arah dan membuat kita sukar berpikir rasional.

Banyak lho yang memilih pura-pura kaya padahal gaji masih pas-pasan. Mulai dari memasang foto di media sosial dengan foto kekinian namun hanya rekaan, hingga bertingkah hidup penuh kemewahan padahal sebenarnya hidup pas-pasan.

Hati-hati, kalau kebiasaan buruk ini terus dilanjutkan, nanti kita malah bisa dapat masalah-masalah baru. Ini misalnya

Kamu Berpotensi Merusak Nama Baikmu Sendiri

Bagaimanapun, nama baik harus tetap kamu jaga, kan? Kalau kita terus memakai topeng, nanti begitu ketahuan wajah aslinya, nama baik kita bisa hancur sendiri.

Hidup ini jalanilah apa adanya, bukan ada apanya. Tak perlu sampai membuat banyak kepalsuan karena nanti malah bisa berbalik menghancurkan nama baik kita sendiri, kawan.

Membuat Hidupmu Tak Sejahtera dan Hanya Menambah Stress hingga Tekanan Batin

Kamu tau kan, pada dasarnya manusia tak akan pernah merasa puas. Sekali membuat sebuah kebohongan, kita akan terus terdorong untuk membuat kebohongan-kebohongan baru.

Lama kelamaan hal ini akan membuat kita stres sendiri. Akan ada tekanan batin yang membuat kita jadi sulit menerima diri kita apa adanya.

Rasa Percaya Dirimu Kian Menurun

Karena tuntutan pergaulan dan terlanjur terjun dengan gaya hidup yang tak sesuai pemasukan, kita cuma akan makin merasa insecure. Rasa percaya diri pun akan menurun.

Tak ada lagi kepercayaan diri yang bisa membuat kita tenang. Setiap hari rasanya akan dihantui perasaan tidak nyaman. Lama kelamaan, kita jadi membenci diri sendiri.

Bahkan Bisa Membuatmu Terjebak dalam Lilitan Hutang Lho Kawan

Demi memenuhi keinginan untuk memiliki gaya hidup mewah, kita sampai rela berutang sana-sini. Padahal gaji pas-pasan, tapi kita malah gali lubang tutup lubang. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, nantinya kita bakal terjebak dalam lilitan utang yang bakal makin susah kita tangani.

Di penghujung tahun, apa kamu tetap mau berlaku demikian? Saatnya untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan diri, ya. Tak perlu hidup di zona yang bukan zonamu sendiri.

Bukankah berlagak sok kaya bila itu malah akan menyusahkanmu? Kini kita perlu lebih berani jadi diri sendiri, jujur terhadap diri sendiri juga orang-orang di sekitar kita.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Hadapi Pasangan atau Teman yang Berbohong Bukan dengan Konfrontasi ya Kawan

Tak mungkin seseorang tak pernah berbohong. Kamu pun mungkin pernah berbohong pada orangtua, teman, atasan, bahkan kekasih, kan? Kalau posisinya dibalik, dimana kamu jadi subyek yang dibohongi, kamu terima tidak? Kecuali kamu tak tahu kalau lawan bicaramu sedang berbohong, pasti kamu pun tak suka dibohongi kan? Kamu perlu tahu, cara orang berbohong semakin hebat.

Ada yang sampai mencari saksi hingga alibi palsu. Meski begitu, ada satu-satunya cara untuk mengetahui apakah itu sebuah kebenaran atau tidak. Menurut sebuah penelitian terbaru, satu-satunya cara adalah dengan melihat langsung mata orang tersebut.

“Kita semua tahu bahwa cara klasik untuk mengungkapkan kebohongan adalah lewat pandangan mata. Orang yang berbohong selalu melarikan matanya ke arah lain dan tidak pernah mau membuat kontak mata langsung,” ungkap Susan Winter, penulis dan pakar hubungan.

Robert Glatter, M.D., asisten profesor pengobatan darurat di Lenox Hill Hospital, Northwell Health, juga mengungkapkan hal serupa. Kontak mata langsung membuat orang yang tengah berbohong merasa terekspos.

“Membuat kontak mata mengubah dinamika interaksi, membuah percakapan jadi lebih pribadi, dan menuntut kebenaran atas tindakan dan perilaku orang tersebut,” jelas Robert.

Untukmu kawan, saat kamu merasa ada yang tengah berbohong padamu, lebih baik hindari untuk mengkonfrontasinya. Hadapi saja dengan cara-cara ini.

Kamu Perlu Berhati-hati dengan Sikap Manipulatifnya, Kawan

Terlebih jika dia adalah pembohong ulung. Bagaimanapun situasinya, ia akan berusaha memutarbalikkan perkataan dan fakta yang ada. Untuk itu, kamu harus berhati-hati ya.

Jangan sampai dia justru menyerangmu demi menutupi kebohongannya. Lebih baik kalau sedang berbicara padanya, jangan memulai percakapan dengan suara yang tinggi atau kata-kata yang menyerang. Kamu bisa mengatakan,

“Hai, ada hal yang ingin kubicarakan padamu” untuk membuka obrolan. Dia dengan sendirinya juga akan sadar bahwa obrolan ini bukanlah obrolan ringan.

Tanyakan Saja Hal-hal yang Spesifik

Yup, tak usah berbasa-basi. Saat kamu tahu dia bohong, kamu harus menanyakan langsung kepadanya dengan memberikan pertanyaan yang spesifik. Seperti yang dilansir Forbes, bertanya secara spesifik dinilai efektif untuk menggali informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang lebih singkat.

Penting Sekali, Kamu Perlu Jelaskan Padanya Kalau Kamu Tak Memaklumi Kebohongan

Ini patut kamu ungkapkan kalau kamu sedang dibohongi oleh pasanganmu sendiri. Ingatlah dahulu, sekali kamu memaafkannya, setidaknya kamu perlu menyadari kalau kelak kamu tak akan selamanya bisa hidup dengan kebohonga-kebohongan yang ia katakan.

Untuk itu, beritahu padanya kalau kamu tak memberi toleransi terhadap kebohongan, kawan.

Rekam Percakapanmu dengannya Kalau Perlu

Begini, biasanya orang yang berbohong cenderung mengatakan hal yang berbeda dari apa yang pernah dia katakas sebelumnya. Jadi, kalau kamu membutuhkan bukti tambahan bahwa ia sedang berbohong, kamu bisa merekam percapakan kalian.

Bagaimanapun, Tetap Luruskan Pikiranmu Terlebih Dahulu

Tak jarang, kita sebagai perempuan merasa desperate dan enggan mempercayai laki-laki. Tapi perlu diingat lho kawan, bahwa nggak semua laki-laki punya sifat yang sama dengan si dia.

Nah, kalau kamu merasa dia sedang berbohong, kamu bisa meniru cara-cara ini saja dulu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top