Love & Sex

Aku yang Membalas Pesanmu Cepat, Sementara Kamu Membalas Pesanku Ketika Sempat

Setiap pagi puluhan pesan singkat kukirimkan, tapi hanya akan mendapat balas kala hari sudah malam. Hal ini jelas jadi sesuatu yang janggal, sebab dulu, kamu tak pernah demikian. Sesibuk apakah kamu disana? Sampai memberi kabar pun kian terasa susah.

Jangan bilang aku terlalu manja, menuntutmu melapor akan kegiatan apa saja. Sebab aku hanya ingin tahu, masihkah dia yang kupanggil sayang, ingat pada kekasihnya? Tak pernah mendapat jawaban yang jelas, kamu hanya membalas semua pesan dengan alasan “baru sempat sayang”.

Hidupmu Memang Tak Melulu Tentang Diriku, Tapi Salahkah Jika Aku Ingin Tahu Kamu Dimana?

Bukannya aku pacarmu?  Kataku tiap kali kamu protes seolah merasa terganggu, atas pesan yang aku kirimkan kepadamu. Dan akan selalu dibalas dengan bahasa yang serupa, dari yang sudah-sudah, “Aku terlalu sibuk, untuk sekedar membalas pesan”.

Begini, kesibukanmu untuk alasan bekerja mungkin tak bisa kuganggu gugat, dan jelas aku bisa paham. Tapi hal lain yang selalu menjadi pertanyaanku adalah, Tidakkah kamu juga punya waktu istirahat?

Lagipula, membalas pesan tak butuh waktu berjam-jam. Ini hanyalah perkara ingin atau memang sengaja mengabaikan. Kamu mungkin bisa merasa biasa, meski tak memberiku berita berhari-hari lamanya.

Tapi sayangnya, aku tak bisa! Dan itulah alasan mengapa aku kerap bertanya. Lalu salah jika aku ingin tahu kamu dimana?

Tak Berniat Membandingkanmu dengan Pacar Temanku, Tapi Kupikir Bertukar Kabar Seperti Mereka Memang Perlu

Bohong jika kubilang aku tak iri pada mereka yang ada disampingku. Melihat mereka saling bertukar informasi menu makan siang, hingga cerita-cerita lain yang selalu jadi bahan obrolan.

Sedang aku dan kamu, jangankan untuk tahu kamu makan siang apa hari ini. Bahkan kadang aku tak tahu, sudahkah kamu berada di kantor atau tidak hari ini.

Paham, jika kamu tak suka hal-hal yang demikian. Aku jelas tak akan memaksamu untuk berlaku serupa. Tak akan memintamu untuk bertanya bagaimana hariku ditempat kerja, tapi jika akan ada orang lain yang menanyakannya. Jelas itu akan membuatku jauh lebih bahagia.

Ini Bukan Sesuatu yang Salah, Justru Bisa Jadi Pengikat Untuk Hubungan yang Baik Kedepannya

Bukan hanya aku saja, kupikir semua orang akan setuju jika komunikasi yang baik jadi perekat hubungan dua orang insan. Tapi anehnya, hal itu tak pernah terjadi pada hubungan yang kini sedang kita jalankan.

Meski selalu terabaikan, rasanya aku tak pernah bosan untuk bertanya apakah kamu sudah sarapan. Walau akhirnya mungkin akan dibalas pada waktu makan siang atau justru sesaat sebelum makan malam.

Tak bisa menganggap dirimu selalu jadi pihak yang benar, kupikir kamu harus belajar untuk membuka pikiran. Memahami apa yang pasanganmu inginkan, dan paham bahwa berbalas pesan bukanlah sesuatu yang salah dalam setiap hubungan.

Kau Bilang Aku Berlebihan, Padahal Komunikasi Perlu Untuk Setiap Hubungan

Coba bayangkan, jika nanti kita hidup bersama disatu atap rumah yang sama. Bersuara untuk bilang saling cinta, tapi tak pernah ada komunikasi. Kamu mungkin akan sibuk dengan segudang pekerjaanmu, lelap pada jam-jam lembur yang harusnya bisa dinikmati dengan  malam makan di rumah. Lalu pelan-pelan lupa, bahwa manusia yang katanya kau cinta juga butuh kamu didekatnya.

Tak perlu merangkai kata banyak-banyak, sebab aku sudah akan cukup merasa senang meski kamu hanya membalasnya dengan satu kalimat pendek berisi larangan. “Aku lagi sibuk sayang, nanti kita lanjut ya” sungguh itu, jauh lebih baik daripada harus menunggu berjam-jam dengan tak ada kejelasan.

Jika Memang Kau Tak Bisa Memulai Obrolan, Cobalah Membalas Cepat Pesan yang Aku Kirimkan

Ya, beberapa orang mungkin menganggap berbalas pesan adalah sesuatu yang membuang waktu. Begitu juga denganmu. Mungkin isi kepalamu sudah dipenuhi hal-hal lain yang jauh lebih penting dibanding sekedar ingin tahu kabar kekasihmu.

Berbenah diri untuk bersikap sesuai yang aku mau, mungkin berat untukmu. Tapi akan jauh lebih baik, jika kamu akan memulainya dengan hal-hal kecil yang bisa mengobati rasa kecewaku karena selalu diabaikan olehmu.

Cobalah untuk membalas dengan cepat, beberapa pesan yang aku kirimkan padamu. Kupikir itu akan jauh lebih baik untukku juga dirimu.

Semua Hal Memang Perkara Prioritas, Maka Jika Pesanku Selalu Tak Berbalas, Itu Artinya Diriku Juga Bukanlah Prioritasmu

Sudahlah sayang, kau tak perlu lagi berkilah. Tak adanya itikad untuk membalas pesan, barangkali memang jadi salah satu jawaban yang bisa menjelaskan, bahwa aku tak begitu penting. Walau sebenarnya ini akan jadi sesuatu yang sulit, kupikir ini adalah kenyataan yang selama ini mungkin kamu rasakan.

Mengedepankan hal-hal lain untuk dilakukan, hingga mengabaikan banyak pesan yang sering aku kirimkan. Jangan lagi susah payah, merangkai kata untuk dijadikan alasan dari tuduhan yang aku sampaikan. Karena jika memang aku masuk jadi prioritasmu, tak akan ada pesan yang terabaikan.

Kamu Bisa Saja Terus Berkilah, Tapi Lama-lama Aku Juga Bisa Jengah

Setiap hari, ada saja alasan agar kamu tak jadi pihak yang disudutkan. Sibuk bekerja, lelah pulang kerja, ingin istirahat di rumah, hingga alasan lain yang kadang tak bisa aku percaya.

Ini bukan perkara besar memang, sebab hanya masalah tak membalas pesan dan abai untuk memberi kabar. Tapi pelan-pelan bisa jadi bumerang untuk hubungan.

Hari ini kamu mungkin masih merasa itu biasa, dan pacarmu ini bisa menerima. Karena meski sering kudesak untuk berubah, kamu jadi satu-satunya pihak yang paham apa yang sebenarnya sedang kau sembunyikan atas semua sikapmu yang mendadak berubah.

Ya, barangkali aku bukan satu-satunya orang yang ingin kau balas pesannya. Maka wajar jika pesanku, kerap dibalas lama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Ancaman Obesitas Mengintaimu Lewat Hal-hal Sederhana yang Masih Kamu Lakukan Setiap Hari

Ingin berat badan berkurang ternyata bukan perkara gampang. Walau sudah melakoni beragam diet diiringi olahraga teratur, lho tapi berat badan justru bertambah. Kesal sudah pasti, bingung apalagi.

Begini penjelasannya, ternyata selain diet dan olahraga teratur, ada lho berbagai aktivitas yang secara tak sadar kamu lakukan bisa jadi ancaman tersembunyi saat kamu sedang berfokus menurunkan berat badan.

Daripada terus-terusan pusing, coba cek dulu yuk ancaman apa saja yang rentan kamu temui sehari-hari…

Sering Begadang dan Akhirnya Kurang Tidur Pun Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya

Yep, kurang tidur bisa jadi salah satu pemicu naiknya berat badan inih kawan. Ini karena kalau kamu kurang  tidur, dalam tubuhmu akan terjadi perubahan hormonal dan kurangnya motivasi untuk berolahraga.

Bahkan, dalam sebuah penelitian yang dimuat di NCBI, para ilmuwan menganalisis kebiasaan tidur lebih dari 68 ribu perempuan selama 16 tahun. Mereka menemukan bahwa perempuan yang tidur kurang dari 5 jam per malam memiliki risiko lebih tinggi untuk bertambah berat badan daripada orang yang tidur 7 jam atau lebih.

Kurang Gerak dan Duduk Terlalu Lama di Kantor Bisa Jadi Ancaman Berat Badanmu Bertambah

Seringkali pekerjaan menuntutmu untuk duduk hampir seharian kan, kawan. Akibatnya, kita jadi kurang membakar kalori. Padahal menurut jurnal penelitian Plos One, kebiasaan ini kurang baik untuk tubuh karena memicu obesitas.

Nah, supaya kamu tak khawatir lagi dengan ancaman obesitas karena duduk terlalu lama di kantor, lebih baik sempatkan waktu untuk bangkit dari tempat duduk di kantor. Hanya dua menit setiap jam pun cukup.

Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Pun Jadi Pemicunya, Kawan

Sekarang ini orang maunya apa-apa serba cepat. Termasuk urusan makan. Padahal, makan terlalu cepat pun tak baik untuk kesehatan.

Yep, makan dengan cepat justru rentan membuatmu  bertambah gemuk. Bahkan sebuah studi menunjukkuan bahwa  Studi menunjukkan bahwa orang yang makan dengan cepat lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan nih kawan…

Asupan Air Putih Jangan Sampai Kurang ya Kawan…

Tidak cukup minum air bisa membuatmu haus, kan? Menariknya, kadang rasa rasa haus bisa disalahartikan sebagai tanda kelaparan atau mengidam makanan tertentu oleh tubuh.

Dalam sebuah penelitian yang dimuat di NCBI, para ilmuwan menemukan bahwa orang yang minum dua gelas air tepat sebelum sarapan makan 22% lebih sedikit daripada orang yang tidak minum air.

Hati-hati, Salah Satu Pemicunya Yaitu Terbiasa Makan di Depan Meja Kantor Sembari Bekerja


Kamu mungkin berpikir makan di meja kantor bisa bermanfaat untuk mempercepat pekerjaan atau sekalian multitasking. Kenyataannya, makan siang di meja kantor ternyata bisa memicu obesitas.

Menurut penelitian tahun 2013 di American Journal of Clinical Nutrition, sekitar 62% pekerja profesional Amerika makan di atas meja kerja dimana kemudian didapati bahwa mereka akhirnya mengonsumsi 50%  lebih banyak kalori dibanding batas normal.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Urusan Kosmetik, Perhatikan Cara Pakai, Tak Semua Benda Aman Dipakai Setiap Hari

Bagi perempuan, menemukan produk kecantikan yang tepat jadi sebuah tantangan tersendiri. Butuh upaya lebih demi menemukan produk yang tepat. Tak heran, saat menemukan yang tepat, pasti rasanya mau menggunakannya setiap hari demi hasil maksimal.

Tapi alih-alih mendapatkan kulit yang semakin berseri, yang terjadi justru iritasi. Ini karena sejatinya tak semua produk harus dipakai setiap hari. Ahli make up dari sejumlah salon kecantikan terkenal di Amerika Serikat mengatakan, beberapa produk  ini lebih baik jangan digunakan secara rutin setiap hari.

Varian Dry Shampoo

Tak punya waktu untuk keramas biasanya jadi alasan perempuan langsung memilih dry shampoo sebagai solusi. Padahal, menurut seorang stylist Leanne Citrone, penggunaan dry shampoo yang berlebihan atau terlalu sering justru bisa merusak rambut. Karenanya, lebih baik keramas secara teratur dibanding merusak rambut karena penggunaan dry shampoo yang berlebihan.

Kurangi Juga Pemakaian Conditioner yang Berlebihan

Produk conditioner memang dapat melembabkan rambut yang kering. Kamu perlu menggunakan produk yang satu ini demi menjaga kesehatan rambut. Tapi satu yang perlu diperhatikan, yaitu cobalah untuk mengikuti rekomendasi yang tertera pada kemasan.

Conditioner baik digunakan satu sampai dua kali seminggu. Menggunakannya setiap hari malah akan membuat rambut semakin kering dan lama-kelamaan menimbulkan kerusakan.

Ternyata Lip Balm Pun Tak Dianjurkan Digunakan Setiap Hari

Setiap kali seorang perempuan merasa bibirnya kering, kemungkinan besar ia mencari pelembab bibir alias lip balm. Rasa segar dan dingin yang dihadirkan lip balm adalah penyelamat bibir kering yang kerap jadi masalah menjengkelkan.

Seorang dematologis bernama Annie Chiu, M.D berpendapat bahwa menggunakan lip balm berlebihan dapat membuat masalah bibir kering semakin parah.

Jangan Memakai Primer Make up Setiap Hari ya Kawan

Primer make up merupakan solusi yang tepat untuk membuat wajah terlihat mulus dalam jangka waktu lama. Tapi, ternyata bahan dari produk kecantikan ini tak bersahabat dengan kulit wajah. Kandungan silikon di dalamnya dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat, jika digunakan setiap hari.

Juga dengan Waterproof mascara

Make up artist Jamie Greenberg menyarankan para wanita agar tidak menggunakan waterproof mascara setiap hari. Alasannya, produk kecantikan ini cenderung mengeringkan bulu mata.

Tak usah malu dengan bulu mata alami yang kurang lentik. Sekalipun kondisinya demikian, jauh lebih sehat dibanding kamu setiap hari memakai maskara waterproof.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Tak Usah Dipendam Sendiri, Membagikan Cerita Pada Sahabat Bisa Membantumu Terhindari dari Depresi

Berhentilah memendam masalah dan menumpuknya di dalam benak. Sebab kalau itu yang kamu lakukan, yang ada hari-harimu jadi terasa berat. Bahkan efeknya ke emosi, kamu jadi sering memutuskan sesuatu tanpa berpikir logis. Apalagi saat pikiran sedanng bad mood, karena kamu memendam masalah, kamu jadi tak konsen dan bisa jadi melewatkan hal lain yang sebenarnya malah kamu butuhkan.

Seperti teman-temanmu bilang, memendam masalah sendiri itu tak baik. Yang ada, pikiran dan badanmu jadi makin capek dan tak sehat. Disinilah gunanya sahabat. Cobalah ceritakan saja keluh kesahmu padanya. Mengutip dari Thought Catalog, dengan curhat kepada orang lain justru bisa membuka pikiranmu dan menjadikanmu lebih dewasa.

Perasaanmu Akan Lebih Lega Setelah Bercerita

Mengeluarkan segala keluh kesah dijamin bisa meredakan emosi sekaligus mengembalikan mood. Ini karenea setelah bercerita, kamu akan mendapatkan saran dari orang lain, pikiranmu akan terasa lebih ringan dan bahagia karena orang lain akan mau mendengarkanmu.

Hari-hari pun akan terasa lebih lega karena kamu mau berbagi cerita dengan orang lain. Jadi, kurang-kurangi memendam laramu seorang diri ya kawan.

Karena Kamu Juga Butuh Solusi

Saat berada dalam situasi dimana kamu harus menghadapi sebuah masalah besar, maka yang ada di pikiranmu adalah bagaimana cara menemukan solusinya.

Tapi, sebelum itu, pikirkanlah tentang hal ini: “Jangan menganggap masalah ini hanya milikmu seorang sehingga kamu memendamnya sendiri.” Bagaimanapun, masalah yang dibiarkan terlalu lama hanya akan menumpuk di kepala dan membuatmu semakin pusing saja.

Bahkan bisa jadi karena tak kunjung menemukan solusi, semakin besar pula masalah yang kamu hadapi.

Kamu Menghargai Keberadaan Orang Lain

Tak baik menyimpan masalah sendiri, yang ada orang lain malah bingung dengan sikapmu yang kelihatan aneh. Dengan bercerita kepada orang lain, maka kamu bisa punya sudut pandang yang baru dan menghargai perhatian dari mereka yang menanyakan keadaanmu.

Di lain sisi pun kamu jadi lebih memahami dan bisa memaknai keberadaan teman-teman di sekitarmu yang memang peduli dengan kondisimu saat ini.

Kamu Jadi Lebih Dekat dengan Orang-orang yang Kau Sayang

Saat ingin curhat, tentunya orang yang kamu pikirkan pasti sahabat atau pacar, bukan?  Nah, tanpa sadar, kamu pun otomatis akan memikirkan mereka karena mereka yang bisa lebih mengerti sifatmu daripada orang lain. Semakin sering kamu curhat dengan mereka, malah kamu semakin bisa lebih dekat dengan orang yang kamu sayangi, lho.

Kamu Jadi Bisa Mencintai Diri Sendiri

Menumpuk masalah hanya akan membuat pikiran jadi tak sehat dan emosi jadi naik turun. Parahnya lagi bisa saja emosimu meledak saat waktu dan kondisi yang nggak tepat.

Memilih curhat pada orang lain tak bakal membuatmu kelihatan payah kok, malah kamu jadi bisa menghargai waktu dan pikiran yang kamu miliki dengan berbagi pikiran dengan orang lain. Jadi jangan takut untuk curhat, ya kawan!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top