Love & Sex

Ada apa sih di balik “Jangan terlalu Cinta, nanti Jadi Benci, Jangan terlalu Benci nanti Jatuh Cinta” ?

Nggak sekali dua kali kan ya, kita dengar kalimat ini? Ketika curhat sama sahabat tentang betapa bencinya kita sama seseorang terutama cowok yang tingkahnya nyebelin banget di mata kita, eh, dengan entengnya sohib kita bilang, “hati-hati, ntar lama-lama suka, lho!” sambil cengengesan. Kita pun dengan pedenya menyangkal “Ih, amit-amit, nggak bakalan mungkin aku suka sama dia” lalu beranjak pergi.

Pun sebaliknya, ketika kita begitu menyukai dan mengagumi seseorang, sampai bantalpun jadi sasaran curhat betapa kita merindukan si doi, si kakak yang kebetulan liat kita yang lagi gokil kasmarannya tetiba nyeletuk “Jangan terlalu cinta, ntar jadi benci lho!” dan naas, si kakak pun jadi sasaran empuk lemparan bantal yang kita curhatin tadi.

Awalnya kita cuma mengira kalau kalimat-kalimat yang dilontarkan sohib dan kakak tadi itu cuma guyonan mereka aja ke kita. Alih-alih bosan dicurhatin hal yang sama alias itu lagi itu lagi tiap hari, mereka lantas menggoda kita dengan ungkapan-ungkapan seperti itu. Iya sih, ini memang bukan pertama kalinya juga kita mendengarnya. Ungkapan tersebut seperti resep yang diwariskan turun temurun oleh nenek moyang sebagai salah satu kiat dalam merawat hubungan antar insan.

Sebenarnya kalau mau jujur, disadari atau tidak, kita sudah sering melihat situasi-situasi seperti itu di sekitar kita. Kamu mungkin ingat bagaimana Rangga dan Cinta di AADC yang setengah mati saling benci, berubah menjadi saling tak bisa ke lain hati. Sebaliknya, di kehidupan nyata kita melihat sendiri bagaimana selebritis yang semula tampak seperti Romeo dan Juliet di layar kaca, sekarang saling serang di ranah maya. Tapi karena belum pernah mengalami, agak susah juga buat percaya. Ada keraguan dalam diri kita. Masak iya sih?

Hingga suatu hari.. Dueeeeng… yang mereka bilang ke kita itu kejadian. Semua pun berubah 180 derajat. Yang tadinya teduh jadi panas. Cinta berubah jadi benci. Dan sebaliknya, kebencian yang mulanya membakar dada, tiba-tiba aja jadi menyejukkan, sesejuk embun di pagi hari. Kok bisa ya? Sebelum buru-buru menilai diri kena karma, ternyata ada hal-hal yang perlu kita tau tentang benci juga cinta.

Ketika kita berpikir bahwa Cinta dan Benci adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Sesungguhnya ada garis tipis yang menggandeng keduanya. Penelitian membuktikannya.

Adalah Semir Zaki dari University College London yang telah menghabiskan lebih dari satu dekade untuk meneliti ekspresi cinta dan benci. Dengan menggunakan teknik pemindaian otak yang kita kenal dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI), Zaki mengamati apa yang terjadi di otak manusia saat merasakan beragam cinta serta benci.

Kepada sukarelawan yang berpartisipasi menjadi objek dalam penelitian ini, Zaki menunjukkan potret orang yang dicintai atau dibenci. Lalu ia memindai otak mereka untuk mengetahui bagian-bagian dari otak yang bereaksi. Dari hasil pemeriksaan tersebut Zaki menunjukkan bahwa cinta dan benci jelas memiliki perbedaan. Tapi yang paling mengejutkan, cinta dan benci juga punya persamaan.

Dari hasil studi yang dipublikasikan dalam 3 makalah terpisah di Neuro Report pada tahun 2000, Neuro Image pada tahun 2004 dan PLOS ONE pada tahun 2008,  Zaki mengungkapkan bahwa cinta dan benci sama-sama mengaktifkan dua bagian otak yang sama, yaitu insula dan pitamen. Kesamaan inilah yang menjadi batas antara Cinta dan benci dan menggandeng keduanya.

Bagian otak yang satu ini tak bisa membedakan mana cinta dan benci.

Insula adalah bagian otak yang aktif ketika ada stimulus yang menyusahkan atau memicu kegelisahan. Stimulus atau penyebab kegelisahan tersebut bisa berupa cinta atau benci. Tapi sayangnya, insula tidak bisa membedakan kegelisahan itu timbul karena cinta atau karena benci. Insula menganggap cinta dan benci sebagai stimulus yang sama. Itulah kenapa, saat rindu karena cinta, atau iri karena benci gelisahnya sama.

Perilaku seseorang yang cinta dan yang benci pun cenderung serupa lho. Suka stalking, misalnya. oops!

Selain Insula, bagian lain yang punya andil yang sama saat seseorang merasa cinta atau benci adalah pitamen. Pitamen berperan merancang tindakan agresif akibat cinta ataupun benci. Perilaku seseorang yang sedang merasakan cinta dengan perilaku seseorang yang sedang merasa benci nyaris serupa, bahkan sulit membedakannya. Misalnya, ketika kamu sedang merasa cinta atau benci, kamu jadi kepikiran terus sama si “dia”. Sedang apa, dimana dan sama siapa. Ujungnya, jadi stalking akun medsosnya buat cari tau tentang aktivitasnya. Hasilnya, yang jatuh cinta, jadi senyum-senyum sendiri. Yang lagi benci, makin menggerutu dalam hati. Ya kan? Hayo ngaku!

Inilah kondisi dimana seseorang sedang berada di wilayah abu-abu (grey area) yang menjadi batas atau titik temu antara cinta dan benci. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa cinta dan benci itu dekat. Semakin kuat perasaan cinta yang kamu rasakan maka semakin dekat pula kamu pada garis batas yang memisahkan cinta dan benci. Sedikit saja terpeleset, rasa cinta dapat berubah menjadi benci dalam sekejap. Begitu juga sebaliknya. Semakin benci kamu terhadap seseorang, semakin dekat pula pada kemungkinan kamu jadi jatuh cinta.

Kamu mungkin masih ingat film bollywood yang populer di tahun 1998. Dibintangi oleh aktor rupawan Shahrukh Khan dan aktris jelita Kajol, Kuch Kuch Hota Hai mengisahkan tentang persahabatan yang tidak biasa antara Rahul dan Anjali karena sering diwarnai dengan pertengkaran dan saling ejek. Tak ada hari yang dilewati tanpa berselisih di antara keduanya. Hingga sampai pada satu hari, Rani hadir di tengah-tengah mereka. Bagi Rahul dan Anjali, persaingan dan kehilangan telah merangsang insula dan memaksa pitamen bertindak. Garis batas itupun terlewati. Tanpa disadari mereka sebenarnya telah jatuh hati.

Faktanya, yang serba terlalu memang cenderung nggak baik. Kuncinya? Seimbang. Kita harus bisa mengontrol cinta dan benci.

Pakar neurosains Indonesia, Taruna Ikrar, mengatakan bahwa manusia selalu memiliki dua sisi. Ada harapan, ada kecemasan. Ada keberanian, ada ketakutan. Ada cinta, ada pula benci. Kedua sisi harus seimbang. “Tubuh dan otak kita punya mekanisme kompensasi yang senantiasa memposisikan manusia dalam kondisi seimbang, berupa rasionalitas. Kalau mekanisme ini tidak seimbang, outputnya adalah penyakit berbahaya” katanya.

Cinta yang berlebihan membuat manusia menjadi tidak  rasional, kurang perhitungan. Cinta yang seperti itu tidak memberdayakan tetapi malah merugikan. Begitu pula dengan benci. Akibat peningkatan serotonin dan kyuronic dalam jumlah besar, kebencian akan membuat kita menjadi depresi, selalu cemas, dan muncul pembelaan ego yang menyebabkan rasa kebencian semakin meningkat. Dalam keadaan seperti ini level dopamin dan endorfin yang berefek melegakan dan membahagiakan jadi menurun.

Tampaknya petuah nenek moyang memang bukan sembarang petuah. Supaya hubungan tetap langgeng, kalau cinta jangan terlalu cinta, Kalau benci jangan terlalu benci. Supaya nggak terjebak di area abu-abu antara cinta dan benci, kita harus bisa mengontrol cinta dan benci. Mari kita coba analisa sejenak perasaan yang kita rasakan. Kenali perbedaan diantara keduanya dengan melibatkan rasionalitas. Berikut perbedaan mendasar antara Cinta dan Benci:

  • Meski sama-sama bikin jantung berpacu kencang, cinta merupakan emosi yang positif (positive emotion) sedangan benci adalah emosi negatif (negative emotion)
  • Cinta bisa menerima hal-hal dengan pikiran terbuka (open-mindedness). Benci hanya mementingkan pendapatnya sendiri (myside bias)
  • Cinta memiliki hubungan sosial yang baik (social connection). Benci sebaliknya, menjadikan seseorang cenderung mengasingkan diri (alienation)
  • Cinta menumbuhkan toleransi (tolerance) sementara benci menumbuhkan prasangka (prejudice)
  • Cinta membangun kepercayaan (trust), benci menyebar ketakutan (fear)
  • Cinta penuh pengertian (understanding), sementara benci cenderung tidak peduli (ignorance)
  • Cinta memberi penghargaan dan pemaknaan terhadap perkembangan diri (self-esteem, self compassion). Benci cenderung merasa nggak nyaman dengan diri sendiri (personal insecurities)
  • Cinta mampu memaafkan (forgiveness). Benci mendorong keinginan untuk balas dendam (vindictiveness).

Tak mudah memang mencoba menyeimbangkan antara cinta dan benci. Sebagian dari kita mungkin masih terjebak diantaranya. Seperti Russian Red dalam lagunya I Hate You But I Love You.

I hate you but I love you
I just can’t take how beautiful you are
I hate to say this but my eyes go blind
I hate you but I love you
My favourite song becomes a healing sign
I hate to say this ’cause my heart goes blind

 

Jadi, Kamu Cinta atau Benci?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menikmati Akhir Pekan Akan Lebih Menyenangkan Tanpa Terdistraksi Isi Linimasa Instagram

Sekalipun kamu tinggal di Jakarta yang katanya semakin sulit menemukan lokasi wisata, bukan berarti kamu tak bisa menikmati akhir pekanmu. Macet memang sudah jadi bagian hidup sehari-hari, termasuk saat akhir pekan, tapi jangan sampai keadaan ini membuatmu putus asa dan jadinya hanya sibuk menatap layar gawai selama seharian penuh saat akhir pekan.

Kamu perlu tahu, terdistraksi dengan isi Instagram setiap hari hanya akan membuat pikiran rentan depresi. Karenanya, saat akhir pekan lebih baik isilah waktumu dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Jalan-jalan keliling kota misalnya.

Supaya Tak Bosan dengan Suasana yang Sudah Pernah Kamu Kunjungi, Pilihlah Satu Tempat yang Berbeda

Yang namanya jalan-jalan keliling kota bukan berarti hanya dihabiskan untuk mengitari mall saja ya kawan. Memang, mall ini akhirnya seperti jadi satu-satunya destinasi yang harus dikunjungi saat akhir pekan, tapi kamu cobalah meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu tempat-tempat wisata yang mungkin jarang terekspos.

Kamu bisa memulai perjalananmu di akhir pekan sejak pagi, mungkin kamu bisa mendatangi tempat-tempat yang terasa segar dan bisa jadi pilihan yang menarik di pagi hari. Kalau sebagai perempuan kamu masih canggung untuk pergi sendiri, ya tak masalah jika hendak mengajak teman atau pacar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Yang namanya jalanan Jakarta memang semakin padat. Jangankan hari biasa, di akhir pekan pun ruas jalanan utama pasti tetap saja macet. Belum lagi kalau ada pembangunan di sana-sini. Karenanya, penting sekali untukmu setidaknya untuk mencari rute alternatif.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Dari Jauh-jauh Hari, Pilihlah Waktu yang Pas untuk Melakukan Perjalanan

Nah sekiranya kamu sudah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah soal keberangkatan. Kalau kamu memang ingin pergi sejak pagi, berarti perlu timing yang pas untuk istirahat dan memikirkan soal jam keberangkatan. Berangkat sejak pagi memang lebih menyenangkan karena biasanya jalanan belum seramai biasanya.

Perempuan Mandiri Tahu Pilihan Kendaraan yang Paling Nyaman di Hati

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, kamu wajib memikirkan juga soal transportasi apa yang akan dipakai untuk jalan-jalan nanti. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Saat Sudah Sampai Tujuan, Silahkan Nikmati Dulu Waktu Liburan, Jangan Sibuk Unggah Foto di Media Sosial

Perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu yang tak sebentar. Karenanya, sebisa mungkin kalau memang bukan sesuatu yang penting dan bersifat darurat, sebaiknya cobalah nikmati waktu akhir pekanmu degan berkualitas.

Setidaknya jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa. Untuk apa mencari destinasi pelepas penat kalau akhirnya kamu hanya terdistraksi dengan gawaimu? Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa, jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Sebab Perempuan Idaman Adalah Mereka yang Tetap Bisa Menghormati Keberadaan Orangtuanya

Seiring bertambahnya usia, waktu kebersamaan kita dengan orangtua tak lagi sebanyak dulu. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk pekerjaan, calon pasangan hidup, juga teman-teman yang selalu kita jadikan tempat pelarian melepas penat sepulang kerja. Lantas bagaimana dengan hubunganmu dengan orangtua?

Begini, meski aku tahu kamu sudah mampu berdiri sendiri, ingatlah kalau kamu tetaplah anak dari kedua orangtuamu. Perempuan idaman sejatinya adalah mereka yang bisa memprioritaskan keluarganya dibanding keperluan lainnya. Nah, selagi kamu belum menikah, maka kamu masih bagian dari keluarga bersama ayah, ibu, dan saudaramu. Wujud cintamu pada orangtualah, yang nantinya akan dilihat calon jodohmu.

Mereka yang Dulu Mengajarkanmu untuk Berbicara, Maka Tetaplah Jaga Intensitas Komunikasimu terhadap Keduanya

Kalaupun ada waktu libur, jangan hanya mengurung diri di kamar dan sibuk dengan gawaimu serta urusan pribadi yang mungkin tak kamu ceritakan pada orangtua. Lepaskan dahulu semua itu, bagi waktumu agar tetap bisa bicara banyak hal dengan ayah dan ibumu. Coba ceritakan hal-hal sederhana yang pasti akan mereka dengarkan sepenuh hati. Dengan mempertahankan kebiasaan ini, keakrabanmu dengan orangtua akan tetap terjaga.

Sekalipun Tak Bisa Banyak Membantu, Sekadar Mencuci Piring Saja Sudah Meringankan Pekerjaan Orangtuamu

Sepulang dari rumah, biasanya memang fisik kita akan merasa lelah. Tapi sebelum menutup mata untuk beristirahat, setidaknya sempatkanlah sejenak untuk membantu pekerjaan ibu di rumah. Seperti membersihkan rumah, mencuci piring, atau apa pun itu. Meringankan urusan mereka di rumah adalah hal yang mulia. Semakin besar dan dewasa usiamu, berusahalah untuk meringankan, bukan membebani. Tanggunglah sebagian tanggung jawab rumah yang selama ini mungkin mereka tanggung sendiri.

Menghargai Orangtuamu berarti Menghargai Juga Orang-orang yang Ada di Dekat Mereka

Coba ingat lagi, semakin dewasa kita, ada kalanya kita rentan menyepelekan pola pikir orangtua kita. Merasa jauh lebih pintar dari ayah, atau jauh lebih mengerti dari ibu. Padahal, menghormati dan menghargai orangtua adalah tugas setiap anak, bukan? Nah, menghargai orangtua pun bukan berarti hanya pada pribadi orangtuamu saja. Tapi juga pada segenap orang yang berarti di mata orangtuamu. Entah sahabat mereka, atau saudara-saudara ayah dan ibu. Semakin dewasa kita, berusahalah untuk semakin berdamai dengan semua orang ya!

Berikan Rezeki yang Terbaik untuk Mereka Setiap Kamu Mendapat Penghasilan

Kalau bukan karena doa ibu dan ayahmu, mungkin kamu belum tentu sesukses sekarang. Karena itu, belajarlah untuk senantiasa mengingat setiap jerih payah yang kamu hasilkan untuk kamu serahkan sebagiannya pada orangtuamu. Dengan begini kamu akan terbiasa membantu orangtua tanpa melihat kepentingan pribadi. Lebih jauh lagi, rezekimu akan semakin lebih berkah…

Bagaimanapun, Mereka Tetaplah Orangtuamu, Mintalah Pendapat Mereka untuk Setiap Keputusan yang Akan Kamu Buat

Seberat apapun hidup yang kamu lakoni ke depannya, sesukar apapun jalan yang akan kamu pilih, usahakan dalam setiap pengambilan keputusan yang akan kamu buat, kamu melibatkan pendapat dari orangtuamu. Baik keputusan kecil atau besar, dengan begitu kamu akan belajar menghargai keberadaan orangtua. Tetaplah menganggap orangtuamu adalah bagian terpenting dalam hidupmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Rekomendasi Flat Shoes yang Bisa Kamu Jadikan Pilihan, Untuk Kencan Akhir Pekan

Kalau harus ditanya, model sepatu apa yang wajib ada dalam rak sepatu miliknya. Nama Flat Shoes jadi sepatu yang paling layak untuk dicatutkan. Dicintai dari segala usia, mulai yang muda sampai yang tua. Model yang simpel, dengan pemakaian yang mudah dan nyaman. Jadi alasan, kenapa jenis sepatu ini bisa kita pakai di hampir semua kesempatan.

Nah, untuk itu. Demi membantumu dalam hal mempersiapkan kencan akhir pekan ini. Tim Ruangperempuan, sudah punya beberapa rekomendasi model flat shoes yang bisa kamu jadikan pilihan.

Pointy Toe, 

Sumber : pinterest.com

Sepatu yang memiliki ujung meruncing ini, kali pertama muncul pada masa Revolusi Prancis di akhir 17-an. Jadi item fashion yang juga lambang dari bentuk protes para perempuan setelah masa keterpurakan ekonomi saat itu.

Jika kakimu memiliki panjang yang berukuran sedang, jenis flat shoes seperti ini sangat disarangkan. Untuk sepatu dengan warna diatas, kamu bisa padukan dengan berbagai macam fashion berwarna dasar. Mulai dari Putih, hitam, merah atau coklat.

Ballerina

Sumber : pinterest.com

Hadir dengan desain yang cukup sederhana dan kontruksi yang tipis dan berpotongan rendah, memakai flat shoes begini akan mempelihatkan bagian kakimu lebih banyak. Populer sejak awal tahun 1800-an, sampai sekarang jenis sepatu flat ini masih banyak disenangi oleh para perempuan.

Paduannya, kamu bisa pakai dress atau rok sebagai bawahan. Dengan begitu kamu akan terlihat tetap manis di mata gebetan.

Loafers

Sumber : pinterest.com

Selalu ditandai dengan simpul yang jadi bagian depan sepatu, jenis flat shoes Loafer sudah ada sejak pertengahan tahun 1990-an. Kesan klasik yang dihadirkan oleh simpul depannya, biasanya disertai dengan tali atau pita.

Kini,sesuai dengan perkembangan zaman dan mode. Loafer hadir dengan dau variasi yang banyak dipilih, yakni cap-toe dan studs. Nah, kira-kira kamu lebih suka pakai yang mana nih?

Ankle Strap

Sumber : pinterest.com

Tambahan tali yang merekat pada bagian belakang flat shoes ankle strap ini, jadi sesuatu yang memberi aksen baru pada kaki. Baik tali yang direkatkan, atau adapula tali yang melilit.

Beberapa perempuan berpendapat, jika tampilan ankle strap memang dinilai sebagai salah satu seri flat shoes yang paling modern. Bisa kamu pakai di acara-acara santai, sampai acara semi formal lainnya.

Slip – On

Sumber : pinterest.com

Seri flat shoes Slip on jadi generasi pertama yang mengadaptasi material kanvas untuk menutup semua bagian kaki atas. Tanpa tali atau perekat, sepatu ini memudahkan kita untuk mengenakannya. Dan tak hanya nyaman saja, jenis flat ini juga sangat fleksibel untuk dikenakan pada acara apa saja.

Tinggal padukan dengan celena jins kesukaan, rok, sampai dengan gaun pun. Selalu dirasa cocok, untuk menunjang penampilan.

Moccasin

Sumber : pinterest.com

Jenis flat yang satu ini memang tak hanya untuk kita para perempuannya. Beberapa model yang dihasilkan, biasanya bersifat unisex, yang bisa untuk laki-laki atau perempuan.

Nah, dari beberapa model yang tadi sudah direkomendasikan. Semua jenis flat shoes ini selalu jadi pilihan baik untuk kamu kenakan saat berkencan. Lalu, kira-kira model manakah yang akan kamu kenakan?

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Pakai Sepatu Hak Memang Membuat Penampilan Kian Menawan, Tapi Haruskah Dilakukan di Setiap Kesempatan?

Dibanding sneakers, kepopuleran sepatu hak tinggi rasanya jauh lebih tinggi dibandingkan jenis sepatu yang lain untuk kalangan perempuan. Sepatu hak atau dalam bahasa Inggris kerap disebut heels sering digunakan untuk menghadiri acara formal seperti pernikahan, meeting, atau gala dinner.

Bahkan bukti kalau sepatu hak dianggap sebagai prestis tersendiri bisa kamu rasakan saat membaca informasi dimana sepatu ini jadi alas kaki wajib yang dikenakan perempuan. Baik saat bekerja maupun dalam acara seperti Festival Film Cannes.

Menariknya, memakai sepatu hak tinggi sejatinya tak bisa dikatakan sebagai kewajiban untuk para perempuan. Bahkan ada lho yang ‘memberontak’ terhadap aturan dimana memberlakukan sepatu hak tinggi sebagai alas kaki wajib. Seperti yang dilakukan aktris Kristen Stewart pada Festival Film Cannes belum lama ini.

Awalnya Kristen memang memakai heels hitam mahal dari Louboutin. Tapi waktu sampai di red carpet, ia malah melepas heels-nya dan lanjut berjalan tanpa alas kaki! Menurut Kristen, wanita nggak seharusnya diwajibkan memakai heels di acara Cannes, atau tempat lain.

Polemik soal heels ini memang udah jadi perdebatan sejak lama. Ada orang yang pro, tapi ada juga yang kontra. Tapi lebih dari itu, kamu perlu tahu mengapa sepatu hak tinggi tak selamanya harus diutamakan hanya demi membuat penampilanmu terlihat lebih menawan.

Kamu Perlu Paham, Jika Laki-laki Sejatinya Tak Peduli dengan Apa yang Jadi Alas Kaki Perempuan

Bagi sebagian besar perempuan, pakai sepatu hak tinggi bisa membuat mereka lebih percaya diri terutama saat tampil di depan publik. Bahkan berdasarkan keterangan sekelompok psikolog dari University of Portsmouth, Inggris, sepatu hak tinggi memang terbukti bisa meningkatkan sisi feminine perempuan.

Namun di lain sisi, dari pihak laki-laki, justru mereka cenderung tak peduli dengan jenis alas kaki apa yang dipakai perempuan. Tak melulu hak tinggi, yang penting bagi laki-laki adalah melihat perempuan bisa nyaman dan aman saat mengenakan alas kaki favorit mereka.

Tapi dengan Alasan Gaya Hidup, Tak Sedikit Pula Perempuan yang Mengabaikan Efek Buruk Memakai Sepatu Hak Tinggi

Untukmu yang mungkin belum tahu, biar kuberitahu. Sepatu hak itu tak selamanya aman. Semakin tinggi haknya, semakin parah loh risiko kerusakan yang mungkin dialami kakimu.

Sayang sekali, fakta ini sering diabaikan perempuan Jan Vickery, seorang fisioterapis, mengatakan bahwa penggunakan heels dapat menekan bagian depan kaki yang bisa berujung pada cacat jari kaki dan penebalan syaraf di antara jari-jari kaki.

Apalagi kalau dipakai tiap hari bisa-bisa tendon Achilles di belakang pergelangan kaki jadi menebal dan memendek.

Tak Cuma Berdampak Buruk Pada Bagian Kaki, Sepatu Hak Tinggi Juga Bisa Menimbulkan Sakit Pada Punggung dan Lututmu Loh

Tekanan yang ditimbulkan dari pemakaian sepatu hak tinggi juga bisa mempengaruhi punggung kaki dan lututmu. Ini lantaran saat memakai sepatu hak tinggi, berat badanmu ditumpu oleh bagian depan kaki. Sehingga lutut pun ikut menumpu berat badanmu.

Nah kalau terus-terusan seperti ini, pengaruhnya tentu pada punggungmu. Sakit ngilu atau radang sendi pun bisa jadi risiko untuk tubuhmu.

Dan yang Menjadi Pertanyaannya, Kamu Menjadikan Sepatu Hak Tinggi Sebagai Pilihan atau Kewajiban?

Mengingat sepatu hak tinggi bisa berdampak buruk buat kesehatan. Ada baiknya kamu memikirkan lagi perkara sepatu hak tinggi bisa jadi pilihan atau kewajiban. Semua keputusan ada di tanganmu. Perkara sepatu hak tinggi memang masih jadi perdebatan.

Sebagian lainnya setuju menjadikan sepatu ini kewajiban, sebagian lainnya  masih kontra. Mungkin di antara kamu yang baca tetap akan memilih sepatu ini  sebagai alas kaki harian.

Ya itu hakmu. Cuma kalau ada keluhan sakit di area kaki atau punggung, kamu sebaiknya sudah tahu risiko ini sebelum merasakan keluhannya ya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top