Love & Sex

Ada apa sih di balik “Jangan terlalu Cinta, nanti Jadi Benci, Jangan terlalu Benci nanti Jatuh Cinta” ?

Nggak sekali dua kali kan ya, kita dengar kalimat ini? Ketika curhat sama sahabat tentang betapa bencinya kita sama seseorang terutama cowok yang tingkahnya nyebelin banget di mata kita, eh, dengan entengnya sohib kita bilang, “hati-hati, ntar lama-lama suka, lho!” sambil cengengesan. Kita pun dengan pedenya menyangkal “Ih, amit-amit, nggak bakalan mungkin aku suka sama dia” lalu beranjak pergi.

Pun sebaliknya, ketika kita begitu menyukai dan mengagumi seseorang, sampai bantalpun jadi sasaran curhat betapa kita merindukan si doi, si kakak yang kebetulan liat kita yang lagi gokil kasmarannya tetiba nyeletuk “Jangan terlalu cinta, ntar jadi benci lho!” dan naas, si kakak pun jadi sasaran empuk lemparan bantal yang kita curhatin tadi.

Awalnya kita cuma mengira kalau kalimat-kalimat yang dilontarkan sohib dan kakak tadi itu cuma guyonan mereka aja ke kita. Alih-alih bosan dicurhatin hal yang sama alias itu lagi itu lagi tiap hari, mereka lantas menggoda kita dengan ungkapan-ungkapan seperti itu. Iya sih, ini memang bukan pertama kalinya juga kita mendengarnya. Ungkapan tersebut seperti resep yang diwariskan turun temurun oleh nenek moyang sebagai salah satu kiat dalam merawat hubungan antar insan.

Sebenarnya kalau mau jujur, disadari atau tidak, kita sudah sering melihat situasi-situasi seperti itu di sekitar kita. Kamu mungkin ingat bagaimana Rangga dan Cinta di AADC yang setengah mati saling benci, berubah menjadi saling tak bisa ke lain hati. Sebaliknya, di kehidupan nyata kita melihat sendiri bagaimana selebritis yang semula tampak seperti Romeo dan Juliet di layar kaca, sekarang saling serang di ranah maya. Tapi karena belum pernah mengalami, agak susah juga buat percaya. Ada keraguan dalam diri kita. Masak iya sih?

Hingga suatu hari.. Dueeeeng… yang mereka bilang ke kita itu kejadian. Semua pun berubah 180 derajat. Yang tadinya teduh jadi panas. Cinta berubah jadi benci. Dan sebaliknya, kebencian yang mulanya membakar dada, tiba-tiba aja jadi menyejukkan, sesejuk embun di pagi hari. Kok bisa ya? Sebelum buru-buru menilai diri kena karma, ternyata ada hal-hal yang perlu kita tau tentang benci juga cinta.

Ketika kita berpikir bahwa Cinta dan Benci adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Sesungguhnya ada garis tipis yang menggandeng keduanya. Penelitian membuktikannya.

Adalah Semir Zaki dari University College London yang telah menghabiskan lebih dari satu dekade untuk meneliti ekspresi cinta dan benci. Dengan menggunakan teknik pemindaian otak yang kita kenal dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI), Zaki mengamati apa yang terjadi di otak manusia saat merasakan beragam cinta serta benci.

Kepada sukarelawan yang berpartisipasi menjadi objek dalam penelitian ini, Zaki menunjukkan potret orang yang dicintai atau dibenci. Lalu ia memindai otak mereka untuk mengetahui bagian-bagian dari otak yang bereaksi. Dari hasil pemeriksaan tersebut Zaki menunjukkan bahwa cinta dan benci jelas memiliki perbedaan. Tapi yang paling mengejutkan, cinta dan benci juga punya persamaan.

Dari hasil studi yang dipublikasikan dalam 3 makalah terpisah di Neuro Report pada tahun 2000, Neuro Image pada tahun 2004 dan PLOS ONE pada tahun 2008,  Zaki mengungkapkan bahwa cinta dan benci sama-sama mengaktifkan dua bagian otak yang sama, yaitu insula dan pitamen. Kesamaan inilah yang menjadi batas antara Cinta dan benci dan menggandeng keduanya.

Bagian otak yang satu ini tak bisa membedakan mana cinta dan benci.

Insula adalah bagian otak yang aktif ketika ada stimulus yang menyusahkan atau memicu kegelisahan. Stimulus atau penyebab kegelisahan tersebut bisa berupa cinta atau benci. Tapi sayangnya, insula tidak bisa membedakan kegelisahan itu timbul karena cinta atau karena benci. Insula menganggap cinta dan benci sebagai stimulus yang sama. Itulah kenapa, saat rindu karena cinta, atau iri karena benci gelisahnya sama.

Perilaku seseorang yang cinta dan yang benci pun cenderung serupa lho. Suka stalking, misalnya. oops!

Selain Insula, bagian lain yang punya andil yang sama saat seseorang merasa cinta atau benci adalah pitamen. Pitamen berperan merancang tindakan agresif akibat cinta ataupun benci. Perilaku seseorang yang sedang merasakan cinta dengan perilaku seseorang yang sedang merasa benci nyaris serupa, bahkan sulit membedakannya. Misalnya, ketika kamu sedang merasa cinta atau benci, kamu jadi kepikiran terus sama si “dia”. Sedang apa, dimana dan sama siapa. Ujungnya, jadi stalking akun medsosnya buat cari tau tentang aktivitasnya. Hasilnya, yang jatuh cinta, jadi senyum-senyum sendiri. Yang lagi benci, makin menggerutu dalam hati. Ya kan? Hayo ngaku!

Inilah kondisi dimana seseorang sedang berada di wilayah abu-abu (grey area) yang menjadi batas atau titik temu antara cinta dan benci. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa cinta dan benci itu dekat. Semakin kuat perasaan cinta yang kamu rasakan maka semakin dekat pula kamu pada garis batas yang memisahkan cinta dan benci. Sedikit saja terpeleset, rasa cinta dapat berubah menjadi benci dalam sekejap. Begitu juga sebaliknya. Semakin benci kamu terhadap seseorang, semakin dekat pula pada kemungkinan kamu jadi jatuh cinta.

Kamu mungkin masih ingat film bollywood yang populer di tahun 1998. Dibintangi oleh aktor rupawan Shahrukh Khan dan aktris jelita Kajol, Kuch Kuch Hota Hai mengisahkan tentang persahabatan yang tidak biasa antara Rahul dan Anjali karena sering diwarnai dengan pertengkaran dan saling ejek. Tak ada hari yang dilewati tanpa berselisih di antara keduanya. Hingga sampai pada satu hari, Rani hadir di tengah-tengah mereka. Bagi Rahul dan Anjali, persaingan dan kehilangan telah merangsang insula dan memaksa pitamen bertindak. Garis batas itupun terlewati. Tanpa disadari mereka sebenarnya telah jatuh hati.

Faktanya, yang serba terlalu memang cenderung nggak baik. Kuncinya? Seimbang. Kita harus bisa mengontrol cinta dan benci.

Pakar neurosains Indonesia, Taruna Ikrar, mengatakan bahwa manusia selalu memiliki dua sisi. Ada harapan, ada kecemasan. Ada keberanian, ada ketakutan. Ada cinta, ada pula benci. Kedua sisi harus seimbang. “Tubuh dan otak kita punya mekanisme kompensasi yang senantiasa memposisikan manusia dalam kondisi seimbang, berupa rasionalitas. Kalau mekanisme ini tidak seimbang, outputnya adalah penyakit berbahaya” katanya.

Cinta yang berlebihan membuat manusia menjadi tidak  rasional, kurang perhitungan. Cinta yang seperti itu tidak memberdayakan tetapi malah merugikan. Begitu pula dengan benci. Akibat peningkatan serotonin dan kyuronic dalam jumlah besar, kebencian akan membuat kita menjadi depresi, selalu cemas, dan muncul pembelaan ego yang menyebabkan rasa kebencian semakin meningkat. Dalam keadaan seperti ini level dopamin dan endorfin yang berefek melegakan dan membahagiakan jadi menurun.

Tampaknya petuah nenek moyang memang bukan sembarang petuah. Supaya hubungan tetap langgeng, kalau cinta jangan terlalu cinta, Kalau benci jangan terlalu benci. Supaya nggak terjebak di area abu-abu antara cinta dan benci, kita harus bisa mengontrol cinta dan benci. Mari kita coba analisa sejenak perasaan yang kita rasakan. Kenali perbedaan diantara keduanya dengan melibatkan rasionalitas. Berikut perbedaan mendasar antara Cinta dan Benci:

  • Meski sama-sama bikin jantung berpacu kencang, cinta merupakan emosi yang positif (positive emotion) sedangan benci adalah emosi negatif (negative emotion)
  • Cinta bisa menerima hal-hal dengan pikiran terbuka (open-mindedness). Benci hanya mementingkan pendapatnya sendiri (myside bias)
  • Cinta memiliki hubungan sosial yang baik (social connection). Benci sebaliknya, menjadikan seseorang cenderung mengasingkan diri (alienation)
  • Cinta menumbuhkan toleransi (tolerance) sementara benci menumbuhkan prasangka (prejudice)
  • Cinta membangun kepercayaan (trust), benci menyebar ketakutan (fear)
  • Cinta penuh pengertian (understanding), sementara benci cenderung tidak peduli (ignorance)
  • Cinta memberi penghargaan dan pemaknaan terhadap perkembangan diri (self-esteem, self compassion). Benci cenderung merasa nggak nyaman dengan diri sendiri (personal insecurities)
  • Cinta mampu memaafkan (forgiveness). Benci mendorong keinginan untuk balas dendam (vindictiveness).

Tak mudah memang mencoba menyeimbangkan antara cinta dan benci. Sebagian dari kita mungkin masih terjebak diantaranya. Seperti Russian Red dalam lagunya I Hate You But I Love You.

I hate you but I love you
I just can’t take how beautiful you are
I hate to say this but my eyes go blind
I hate you but I love you
My favourite song becomes a healing sign
I hate to say this ’cause my heart goes blind

 

Jadi, Kamu Cinta atau Benci?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hangout & Travel

Meski Naik Matic, Harus Tetap Apik

Kadang kamu menyepelekan motor matic. Body motor yang ramping dan bobot yang ringan bikin banyak kaum hawa menganggap remeh faktor keamanan ketika berkendara. Apalagi jarak tempuh yang dekat kadang jadi alasan tak pakai perlengkapan keamanan. Padahal soal kemananan bukan perkara jarak loh!

Jauh dan dekat kita tetap harus mempersiapkan diri dengan baik. Nah, kamu harus mulai memperhatikan keamanan dirimu ya. Ini caranya.

Cuma Karena Khawatir Rambut Rusak Jadi Tak Mau Pakai Helm?

Sudah risiko kalau naik motor ya, rambut akan sedikit berantakan. Jangan jadikan alasan ini untuk tidak menggunakan helm. Lebih baik kamu mempersiapkan sisir untuk merapihkan rambut kamu setelah kamu melepaskan helm.

Helm juga jangan sembarangannya. Bukan cuma perkara fashion, tapi ini soal keamanan juga. Sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 57 ayat (1), setiap pengendara bermotor—termasuk pengguna motor matic tentunya—diwajibkan memakai helm standar nasional Indonesia (SNI).

Tenang, helm-helm berstandar SNI juga sudah banyak yang tanmpilannya oke dan fashionable kok. Masih berani melanggar? Siap-siap kena tilang hingga denda mencapai Rp 250 juta ya.

Pakai Jaket dengan Bahan yang Berkualitas

Saat berkendara, siap-siap terpapar angin. Karenanya kalau tak ingin kedinginan atau didera angin sepanjang jalan, pakailah jaket selama berkendara. Selain demi alasan keamanan, fungsi jaket akan membuatmu tetap nyaman meski cuaca terik bahkan dingin sekalipun.

 

Area Tangan pun Wajib Terlindungi

Masih banyak yang suka mengabaikan fungsi sarung tangan. Padahal punggung tanganmu sudah sepatutnya terlindungi supaya tidak belang saat sedang berkendara melawan cuaca terik. Di lain sisi, saat terik, kulit tangan akan cepat berkeringat dan permukaan tangan jadi lebih licin. Namun dengan keberadaan sarung tangan, kamu tak perlu risau perkara keringat di telapak tangan.

Pakai Celana Panjang demi Melindungi Area Kaki Selama Berkendara

Fungsi celana panjang setara dengan jaket. Yaitu demi alasan kenyamanan dan keamanan agar kulit kakimu tetap terjaga selama berkendara. Terutama wanita, mengenakan celana panjang lebih aman dibanding memakai rok atau celana pendek.

Simpan Dahulu Sendalmu, Usahakan Pakai Sepatu, Lupakan High heelsmu!

Demi alasan keamanan, memakai sepatu juga jadi hal wajib. Penggunaan sepatu tak akan membuat pijakanmu jadi terasa licin dan sangat memudahkan pengendara saat motor berhenti dan kaki perlu menopang motor di atas aspal. Ada baiknya menggunakan sepatu khusus berkendara atau minimal yang menutupi area kaki hingga atas mata kaki.

Lalu, jangan sekali-kali menggunakan high heels ya. Tampilannya mungkin bagus tapi menggunakannya ketika naik motor bisa sangat berbahaya. Pijakanmu tidak akan stabil dan belum lagi akan menyangkut sana dan sini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Syahnaz Sadiqah & Jeje Sah Menikah, Begini 10 Potret Bahagia Pada Akad dan Resepsinya

Berpacaran kurang lebih selama 2 tahun, akhirnya Syahnaz dan Ritchie Ismail drummer dari band Govinda yang akrab disapa Jeje ini. Akhirnya sampai pada tahap yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Yap, kemarin sabtu, 21 April 2018 bertempat di Bandung yang juga merupakan kampung halaman dari Syahnaz pesta pernikahan mereka sah digelar.

Mengikat janji untuk bisa sehidup semati, rona bahagia jelas terpancar dari wajah dua sejoli ini. Memulai akad pada jam 1 siang, yang kemudian dilanjutkan pada resepsi mulai dari jam 4 sore hingga malam. Berikut ini 10 potret bahagia dari pesta meriah yang membuat Syahnaz terlihat bak putri kerajaan yang cantik luar biasa.

1. Sebelum memulai akad, Syahnaz terlihat sudah sangat mempesona bagi siapa saja yang melihatnya.

Sumber : https://www.instagram.com/syahnazs/

2. Lalu berjalan menuju meja akad diantar oleh kakaknya Nisya dan kakak iparnya Nagila Slavina

Sumber : https://www.instagram.com/syahnazs/

3. Sesaat sebelum mengucapkan ijab kabul, Jeje dan Syahnas terlihat sedikit tenang. Namun masih tetap menawan.

Sumber : https://www.instagram.com/syahnazs/

4. Selanjutnya bisa saling tatap dengan lega, karena sudah sah menjadi suami istri dengan bahagia.

Sumber : https://www.instagram.com/syahnazs/

5. Sudah sah menjadi suami istri, Jeje berharap Syahnaz akan jadi istri yang menurut pada suami. Seperti caption yang ia pakai foto ini.

Sumber : https://www.instagram.com/ritchieismail/

6. Dua kakaknya jelas bahagia, akhirnya melihat adik mereka kini sudah menikah.

Sumber : https://www.instagram.com/merryraffiahmad/

7. Pada acara resepsi malam harinya, Syahnaz terlihat sangat anggun dengan gaun pengantin yang ia kenakan.

Sumber : https://www.instagram.com/kamerarini/

8. Dan berdansa mesra dengan untuk kali pertama.

Sumber : https://www.instagram.com/kamerarini/

9. Hingga pada pose berpelukan mesra yang buat banyak orang juga bahagia, kala melihatnya.

Sumber : https://www.instagram.com/kamerarini/

10. Kalau yang ini Syahnaz terlihat tersipu malu, kala Jeje mencium tangannya sambil berlut dihadapannya.

Sumber : https://www.instagram.com/kamerarini/

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Demi Tampilan Hits, Setidaknya Harus Ada Empat Outfit Penunjang OOTD Ini di Lemarimu

Padu padan pakaian seolah sudah jadi kunci keberhasilan demi mendapatkan penampilan yang stylish dan catchy. Apalagi seiring tren OOTD yang berkembang di media sosial, banyak perempuan yang akhirnya berlomba-lomba menampilkan padu padan pakaian terbaik mereka demi penampilan yang kece. Namun diantara sederet tren busana yang mungkin menarik hati untuk dicoba, kamu jangan sampai melewatkan item fashion yang wajib kamu miliki. Terutama soal atasan, dari sekian banyak tipe baju, kaus, atau blouse, bahkan outerwear, ternyata ada jenis atasan yang wajib ada di lemarimu.

White T-shirt, Memadukan Kaus Putih Polos dengan Busana Apa pun Bisa Membantumu Terlihat Lebih Catchy dalam Sekejap

Siapa bilang kaos putih polos membosankan? Justru kalau dengan kaos warna ini, kamu jadi bisa lebih leluasa saat padu padan busana. Bawahan jeans, rok, atau yang semi formal seperti kulot pun bisa cocok dengan kaos putihmu ini. Warna dasar kaos yaitu putih akan memberikan kesan netral sehingga kalaupun kamu memakai bawahan yang bermotif, kesannya pun tak akan tabrakan. Selamat mencoba!

Jangan Lupakan Keberadaan Cardigan Sebagai Salah Satu Outer Wajib yang Perlu Kamu Miliki

Model cardigan yang luwes bisa kamu jadikan outerwear andalan meski musim hujan sudah berakhir. Outfit yang satu ini memang tak lekang oleh zaman. Kamu bisa terlihat semakin catchy kalau bisa memadupadankannya. Hanya saja, pilihlah cardigan dengan warna netral sehingga kamu tak sulit saat ingin memilih padanan busana yang pas.

Selain Cardigan, Siapkan Satu Blazer Andalan yang Bisa Menemanimu Terutama Bila Ada Acara Penting yang Harus Didatangi

Ya, tak hanya cardigan yang bisa membantu penampilanmu jadi lebih catchy. Untuk urusan formal dan semi formal, sebaiknya kamu wajib miliki setidaknya satu buah blazer yang bisa kamu pakai dalam acara tertentu. Lagipula, padu padan blazer tak sesulit yang dibayangkan. Outerwear yang satu ini bisa kamu pakai sembari dipadukan dengan bawahan seperti jeans atau celana bahan.

Kemeja Putih! Jangan Sampai Kamu Mengabaikan Busana yang Satu Ini

Kemeja putih tak melulu dipakai untuk acara formal. Bahkan kalau pun ingin sekadar jalan-jalan bersama teman atau pacar, padu padan kemeja putih juga akan menolongmu demi mendapatkan tampilan OOTD yang paripurna. Dengan warna netral seperti ini, kamu tak akan pusing-pusing memikirkan perkara bawahan maupun outerwear yang akan kamu kenakan.

Tanktop Hitam pun Juga Bisa Jadi Andalan

Nah ini untukmu yang tak mau repot untuk urusan busana basic namun lebih fokus memainkan outerwear. Percayakan look yang kamu kenakan dengan memakai tank top hitam. Item fashion ini dijamin akan menyelamatkanmu dari penampilan yang kaku. Justru dengan tanktop hitam lalu dipadukan dengan outerwear, kamu jadi terlihat lebih luwes lho!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Dia yang Cemburunya Sudah Keterlaluan, Apa Pantas Dipertahankan?

Konon cemburu dari sosok pasangan katanya adalah tanda sayang, tapi bagaimana jika hal ini sudah masuk dalam kategori berlebihan? Tak lagi senang, kita mungkin kerap merasa kesal.

Akan tetapi, berhubung cemburu tak selalu terlihat dengan gambaran yang berbeda. Ada beberapa hal yang juga perlu kita perhatikan dari cemburu yang mungkin ditunjukkan oleh si dia. Untuk itu cobalah baca beberapa tanda dibawah ini, barangkali pacarmu juga memiliki sikap yang sama.

Dirinya Menelponmu Berkali-kali Sepanjang Waktu, Hanya Untuk Tahu Kamu Dimana

Yap, ini jadi tanda awal yang biasanya ia tunjukkan kalau sudah mulai cemburu dengan kadar yang berlebihan. Dirinya selalu merasa ingin tahu, segala hal yang kita lakukan. Tanpa merasa bahwa kita juga bebas melakukan hal lain, ia justru memanfaatkan telepon sebagai media yang sangat menganggu diri.

Pokoknya apa saja yang kamu lakukan, harus masuk dalam laporan. Seolah ia selalu ingin tahu semua tanpa terkecuali. Bahkan jika kamu hanya akan duduk santai di rumahpun ia selalu ingin tahu.

Jika Kamu Menghabiskan Waktu Bukan dengannya, Maka Dia Akan Sangat Marah

Entah dengan alasan apa saja, dirinya terlihat selalu mudah marah hanya karena berbagai hal yang harusnya tak perlu. Apalagi ketika kamu ketahuan bepergian bukan dengan dirinya. Selalu ada rasa curiga, bahkan jika kamu sedang bersama dengan keluarga.

Baik jika itu disampaikan dengan bahasa yang enak didengar, namun sialnya ia justru sudah lebih dulu emosi. Untuk kemudian berkata-kata karena tak suka.

Ia Tak Suka Kala Kamu Berbicara dengan Laki-laki Lain

Ya, dia memang pacar kita, namun bukan berarti tak boleh ada laki-laki lain lagi kan di hidup ini? Bahkan sekalipun itu adalah seorang teman, ia akan selalu menunjukkan kekesalan walau kita hanya sebatas mengobrol biasa.

Tanpa perlu berlama-lama untuk mempertimbangkan, laki-laki dengan tipe seperti ini rasanya tak pantas untuk dipacari. Masih pacaran saja sudah tak boleh berinteraksi dengan orang lain, bagaimana jika nanti sudah menikah?

Tanpa Merasa Kamu Punya Privasi, Ia Kerap Memeriksa Sosial Mediamu Tanpa Bilang-bilang

coba ingat lagi, berapa kali ia membuka sosial media milikmu tanpa meminta izin terlebih dahulu? dua kali? tiga kali? atau justru sering sekali? jika ternyata iya, itu artinya dia memang tak menghargaimu sebagai pasangannya.

Bentuk sayang tak selalu ditunjukkan dengan mengekang pasangan, karena sebagai perempuan kita juga paham. Mana batasan yang tak boleh dilanggar dalam menjalin hubungan. Jika perkara sosial media saja sudah semena-mena, apalagi hal lainnya.

Bahkan Dirinya Selalu Membatasi Segala Aktivitas dan Ruang Gerakmu

Suatu kali, ada satu hal yang tak jadi kamu lakukan hanya karena terhalang izin dari pasangan. Entah itu bepergian dengan teman, berlibur bersama kawan kantor, atau bahkan kepentingan pribadi yang kamu inginkan saja, akhirnya harus kamu urungkan.

Percayalah segala sesuatu yang berlebihan itu tak akan berbuah sesuatu yang baik. Begitu pula dengan cemburu yang katanya adalah bentuk sayang dari pacarmu. Jika sudah berlebihan, coba pikirkan ulang. Haruskah kamu akan tetap bertahan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top