Love & Sex

Ada apa sih di balik “Jangan terlalu Cinta, nanti Jadi Benci, Jangan terlalu Benci nanti Jatuh Cinta” ?

Ada apa sih di balik “Jangan terlalu Cinta, nanti Jadi Benci, Jangan terlalu Benci nanti Jatuh Cinta” -

Nggak sekali dua kali kan ya, kita dengar kalimat ini? Ketika curhat sama sahabat tentang betapa bencinya kita sama seseorang terutama cowok yang tingkahnya nyebelin banget di mata kita, eh, dengan entengnya sohib kita bilang, “hati-hati, ntar lama-lama suka, lho!” sambil cengengesan. Kita pun dengan pedenya menyangkal “Ih, amit-amit, nggak bakalan mungkin aku suka sama dia” lalu beranjak pergi.

Pun sebaliknya, ketika kita begitu menyukai dan mengagumi seseorang, sampai bantalpun jadi sasaran curhat betapa kita merindukan si doi, si kakak yang kebetulan liat kita yang lagi gokil kasmarannya tetiba nyeletuk “Jangan terlalu cinta, ntar jadi benci lho!” dan naas, si kakak pun jadi sasaran empuk lemparan bantal yang kita curhatin tadi.

Awalnya kita cuma mengira kalau kalimat-kalimat yang dilontarkan sohib dan kakak tadi itu cuma guyonan mereka aja ke kita. Alih-alih bosan dicurhatin hal yang sama alias itu lagi itu lagi tiap hari, mereka lantas menggoda kita dengan ungkapan-ungkapan seperti itu. Iya sih, ini memang bukan pertama kalinya juga kita mendengarnya. Ungkapan tersebut seperti resep yang diwariskan turun temurun oleh nenek moyang sebagai salah satu kiat dalam merawat hubungan antar insan.

Sebenarnya kalau mau jujur, disadari atau tidak, kita sudah sering melihat situasi-situasi seperti itu di sekitar kita. Kamu mungkin ingat bagaimana Rangga dan Cinta di AADC yang setengah mati saling benci, berubah menjadi saling tak bisa ke lain hati. Sebaliknya, di kehidupan nyata kita melihat sendiri bagaimana selebritis yang semula tampak seperti Romeo dan Juliet di layar kaca, sekarang saling serang di ranah maya. Tapi karena belum pernah mengalami, agak susah juga buat percaya. Ada keraguan dalam diri kita. Masak iya sih?

Hingga suatu hari.. Dueeeeng… yang mereka bilang ke kita itu kejadian. Semua pun berubah 180 derajat. Yang tadinya teduh jadi panas. Cinta berubah jadi benci. Dan sebaliknya, kebencian yang mulanya membakar dada, tiba-tiba aja jadi menyejukkan, sesejuk embun di pagi hari. Kok bisa ya? Sebelum buru-buru menilai diri kena karma, ternyata ada hal-hal yang perlu kita tau tentang benci juga cinta.

Ketika kita berpikir bahwa Cinta dan Benci adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Sesungguhnya ada garis tipis yang menggandeng keduanya. Penelitian membuktikannya.

Adalah Semir Zaki dari University College London yang telah menghabiskan lebih dari satu dekade untuk meneliti ekspresi cinta dan benci. Dengan menggunakan teknik pemindaian otak yang kita kenal dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI), Zaki mengamati apa yang terjadi di otak manusia saat merasakan beragam cinta serta benci.

Kepada sukarelawan yang berpartisipasi menjadi objek dalam penelitian ini, Zaki menunjukkan potret orang yang dicintai atau dibenci. Lalu ia memindai otak mereka untuk mengetahui bagian-bagian dari otak yang bereaksi. Dari hasil pemeriksaan tersebut Zaki menunjukkan bahwa cinta dan benci jelas memiliki perbedaan. Tapi yang paling mengejutkan, cinta dan benci juga punya persamaan.

Dari hasil studi yang dipublikasikan dalam 3 makalah terpisah di Neuro Report pada tahun 2000, Neuro Image pada tahun 2004 dan PLOS ONE pada tahun 2008,  Zaki mengungkapkan bahwa cinta dan benci sama-sama mengaktifkan dua bagian otak yang sama, yaitu insula dan pitamen. Kesamaan inilah yang menjadi batas antara Cinta dan benci dan menggandeng keduanya.

Bagian otak yang satu ini tak bisa membedakan mana cinta dan benci.

Insula adalah bagian otak yang aktif ketika ada stimulus yang menyusahkan atau memicu kegelisahan. Stimulus atau penyebab kegelisahan tersebut bisa berupa cinta atau benci. Tapi sayangnya, insula tidak bisa membedakan kegelisahan itu timbul karena cinta atau karena benci. Insula menganggap cinta dan benci sebagai stimulus yang sama. Itulah kenapa, saat rindu karena cinta, atau iri karena benci gelisahnya sama.

Perilaku seseorang yang cinta dan yang benci pun cenderung serupa lho. Suka stalking, misalnya. oops!

Selain Insula, bagian lain yang punya andil yang sama saat seseorang merasa cinta atau benci adalah pitamen. Pitamen berperan merancang tindakan agresif akibat cinta ataupun benci. Perilaku seseorang yang sedang merasakan cinta dengan perilaku seseorang yang sedang merasa benci nyaris serupa, bahkan sulit membedakannya. Misalnya, ketika kamu sedang merasa cinta atau benci, kamu jadi kepikiran terus sama si “dia”. Sedang apa, dimana dan sama siapa. Ujungnya, jadi stalking akun medsosnya buat cari tau tentang aktivitasnya. Hasilnya, yang jatuh cinta, jadi senyum-senyum sendiri. Yang lagi benci, makin menggerutu dalam hati. Ya kan? Hayo ngaku!

Inilah kondisi dimana seseorang sedang berada di wilayah abu-abu (grey area) yang menjadi batas atau titik temu antara cinta dan benci. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa cinta dan benci itu dekat. Semakin kuat perasaan cinta yang kamu rasakan maka semakin dekat pula kamu pada garis batas yang memisahkan cinta dan benci. Sedikit saja terpeleset, rasa cinta dapat berubah menjadi benci dalam sekejap. Begitu juga sebaliknya. Semakin benci kamu terhadap seseorang, semakin dekat pula pada kemungkinan kamu jadi jatuh cinta.

Kamu mungkin masih ingat film bollywood yang populer di tahun 1998. Dibintangi oleh aktor rupawan Shahrukh Khan dan aktris jelita Kajol, Kuch Kuch Hota Hai mengisahkan tentang persahabatan yang tidak biasa antara Rahul dan Anjali karena sering diwarnai dengan pertengkaran dan saling ejek. Tak ada hari yang dilewati tanpa berselisih di antara keduanya. Hingga sampai pada satu hari, Rani hadir di tengah-tengah mereka. Bagi Rahul dan Anjali, persaingan dan kehilangan telah merangsang insula dan memaksa pitamen bertindak. Garis batas itupun terlewati. Tanpa disadari mereka sebenarnya telah jatuh hati.

Faktanya, yang serba terlalu memang cenderung nggak baik. Kuncinya? Seimbang. Kita harus bisa mengontrol cinta dan benci.

Pakar neurosains Indonesia, Taruna Ikrar, mengatakan bahwa manusia selalu memiliki dua sisi. Ada harapan, ada kecemasan. Ada keberanian, ada ketakutan. Ada cinta, ada pula benci. Kedua sisi harus seimbang. “Tubuh dan otak kita punya mekanisme kompensasi yang senantiasa memposisikan manusia dalam kondisi seimbang, berupa rasionalitas. Kalau mekanisme ini tidak seimbang, outputnya adalah penyakit berbahaya” katanya.

Cinta yang berlebihan membuat manusia menjadi tidak  rasional, kurang perhitungan. Cinta yang seperti itu tidak memberdayakan tetapi malah merugikan. Begitu pula dengan benci. Akibat peningkatan serotonin dan kyuronic dalam jumlah besar, kebencian akan membuat kita menjadi depresi, selalu cemas, dan muncul pembelaan ego yang menyebabkan rasa kebencian semakin meningkat. Dalam keadaan seperti ini level dopamin dan endorfin yang berefek melegakan dan membahagiakan jadi menurun.

Tampaknya petuah nenek moyang memang bukan sembarang petuah. Supaya hubungan tetap langgeng, kalau cinta jangan terlalu cinta, Kalau benci jangan terlalu benci. Supaya nggak terjebak di area abu-abu antara cinta dan benci, kita harus bisa mengontrol cinta dan benci. Mari kita coba analisa sejenak perasaan yang kita rasakan. Kenali perbedaan diantara keduanya dengan melibatkan rasionalitas. Berikut perbedaan mendasar antara Cinta dan Benci:

  • Meski sama-sama bikin jantung berpacu kencang, cinta merupakan emosi yang positif (positive emotion) sedangan benci adalah emosi negatif (negative emotion)
  • Cinta bisa menerima hal-hal dengan pikiran terbuka (open-mindedness). Benci hanya mementingkan pendapatnya sendiri (myside bias)
  • Cinta memiliki hubungan sosial yang baik (social connection). Benci sebaliknya, menjadikan seseorang cenderung mengasingkan diri (alienation)
  • Cinta menumbuhkan toleransi (tolerance) sementara benci menumbuhkan prasangka (prejudice)
  • Cinta membangun kepercayaan (trust), benci menyebar ketakutan (fear)
  • Cinta penuh pengertian (understanding), sementara benci cenderung tidak peduli (ignorance)
  • Cinta memberi penghargaan dan pemaknaan terhadap perkembangan diri (self-esteem, self compassion). Benci cenderung merasa nggak nyaman dengan diri sendiri (personal insecurities)
  • Cinta mampu memaafkan (forgiveness). Benci mendorong keinginan untuk balas dendam (vindictiveness).

Tak mudah memang mencoba menyeimbangkan antara cinta dan benci. Sebagian dari kita mungkin masih terjebak diantaranya. Seperti Russian Red dalam lagunya I Hate You But I Love You.

I hate you but I love you
I just can’t take how beautiful you are
I hate to say this but my eyes go blind
I hate you but I love you
My favourite song becomes a healing sign
I hate to say this ’cause my heart goes blind

 

Jadi, Kamu Cinta atau Benci?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Buat Kamu yang Pacaran Bertahun-tahun, Sudah Saatnya Kamu Ambil Tindakan

hubungan-lama

Pacaran sudah berapa lama? 3 tahun? 6 tahun? 10 tahun? Atau bahkan lebih? Itu pacaran atau mau kredit rumah ya?

Apa sih sebenarnya tujuanmu berpacaran dengannya? Pasti untuk memiliki akhir yang bahagia dan menuju ke pernikahan dengan tujuan untuk memiliki sebuah keluarga yang bahagia bukan?

Tapi, walau kalian sudah berpacaran sangat lama, tapi nyatanya dia tidak kunjung melamarmu? Pada akhirnya, kamu dan dia belum tentu benar-benar bersatu dalam ikatan yang suci. Tahukah kamu bahwa pacaran terlalu lama hanya membuatmu rugi? Malah sebenarnya merusak hubungan, entah itu dengan keluarga atau sahabat.

Apa saja sih kerugian dari berpacaran yang kelamaan? Jika sudah menderita banyak hal ini, sebaiknya kamu segera ambil tindakan.

Pacaran terlalu lama membuatmu jadi boros, kamu hanya membuang uang pribadi pada dia yang belum tentu jodohmu

Memang sih, kamu dan dia berpacaran karena dilandasi dasar sama-sama suka. Tidak peduli tentang uang yang dikeluarkan, asal bisa bersamanya kamu sudah bahagia. Sejak berpacaran, kamu hanya fokus pada si dia dan bagaimana cara untuk membuatmu bahagia meski itu harus membuatmu merogoh kocek yang cukup banyak.

Tapi, ketika pacaran sudah berjalan cukup lama apakah hasil yang kamu dapat? Adakah usahamu untuk membuatnya bahagia dan telah menghabiskan banyak uangmu membawa hasil yang baik untukmu?

Hingga kini, dia tidak juga menunjukan keseriusannya bukan? Alangkah lebih baik uang yang kamu miliki ditabung untuk membuka usaha atau berinvestasi saja, daripada harus menunggunya selama bertahun-tahun lagi.

Waktu untuk saling membahagiakan terbuang percuma karena hubungan kalian tidak ada kemajuan untuk membicarakan pernikahan

Pacaran membuat kita lupa waktu, itu faktanya. Pagi, siang, sore, huingga malam hari kamu terlalu sibuk mengirim pesan dan meneleponnya hanya untuk mengetahui kabarnya atau kegiatan apa yang sedang dilakukan olehnya. Kamu telah lupa bahwa waktumu yang berharga itu hanya sedikit.

Hubungan yang tidak pernah ada niatan untuk  serius hanya buang-buang waktu. Dia yang terlalu lama mengulur waktu hanya membuatmu lelah menunggu. Tanpa kamu sadari, usiamu kini sudah semakin tua.

Intensitas pertemuan dengan sahabat dan keluarga jadi sangat berkurang karena kamu lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya

Ngaku deh, waktu yang kalian miliki saat ini lebih banyak dihabiskan dengan pacaran kalian bukan? Intensitas bertemu dengan keluarga dan sahabat jadi berkurang sejak kamu berpacaran dengannya. Semakin lama kamu berpacaran, semakin jarang pula kamu menyempatkan diri untuk bertemu sahabat dan keluarga. Jangan sampai menyesal, jika kamu tidak sempat bertemu lagi dengan ayah dan ibumu karena kamu terlalu asyik dengan pacarmu.

Pacaran terlalu lama tentunya membuatmu jadi mudah stres!

Setelah lama berpacaran dengan si dia, perlahan-lahan kamu pun akan dilanda stres. Stres karena  terlalu lama menunggu, stres  karena terlalu sering ditanya “Kapan nikah?” padahal sudah pacaran lama, dan banyak lagi pemicu stres lainnya.

Jangan heran jika kamu lebih mudah stres karena telah berpacaran lama. Halini bisajadi disebabkan karena  ekspektasimu yang tidak kunjung menjadi kenyataan. Harapanmu yang terlalu besar terhadap pasangan membuatmu stres karena dia tidak kunjung mewujudkannya jadi nyata. Kini, hanya tinggal menunggu waktu, apakah kamu akan terus bertahan atau tidak.

Hubungan yang terlalu lama tanpa kejelasan akan semakin longgar, godaan dari orang ketiga pun kamu terima dengan senang hati

Bukan tidak mungkin, semakin lama hubungan dijalankan bukannya semakin erat malah justru longgar! Kenapa? Karena tidak ada visi misi yang jelas dari pasanganmu maupun dirimu sendiri. Pacaran itu statusnya masih tidak jelas karena tidak sah secara agama maupun hukum. Risiko adanya godaan dari orang ketiga pun tinggi. Jika ada godaan, kamu pun akan dengan senang hati untuk berselingkuh.

Selingkuh dilakukan sebagian orang karena dirasa lebih menantang, meski sudah tahu risikonya cukup besar. Jika kamu dan dia sudah sama-sama selingkuh, hubungan yang kalian jalani selama ini sudha tidak sehat dan lebih baik untuk diakhiri.

Pergerakanmu untuk bebas menemui banyak orang jadi terbatasi

Niat untuk menghalalkanmu dan membuat hubungan jadi sah tidak ada, tapi karena dia adalah pacarmu, dia membatasi pergerakanmu untuk bertemu dengan orang-orang. Pacaran yang terlalu lama pun akan menimbulkan rasa “berhak” untuk memiliki, termasuk memiliki kebebasanmu. Dia selalu membatasi pergerakanmu ketika ingin bertemu orang baru, membatasi hobimu, dan lain-lain. Kebebasanmu direnggut, tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena masih cinta padanya.

Kalau kamu ingin hidup di  dalam sangkar selamanya, tidak masalah karena itu pilihanmu. Tetapi jika  kamu masih punya akal sehat dan sayang dengan hidup dan masa depanmu. Lebih baik kamu berpisah dengannya. Pacaran yang terlalu lama bukan berarti kamu telah memilikinya dan dia telah memilikimu. Ini tentang bagaimana saling menjaga komitmen, kepercayaan, dan bisa memberi kebebasan pada pasangan untuk bertindak.

Pacaran dilakukan dengan tujuan untuk mengenal satu sama lain dan menuju hubungan yang lebih serius. Jika hanya mengulur-ulur waktu dan mengekang kebebasan seseorang, itu artinya hubungan yang dijalankan sudah tidak benar. Lebih smart lagi ya ladies!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Trik Cari Tahu Pria Suka ‘PHP’ atau Bukan, agar Kamu Nggak Mudah Baper

cuma php

Saat dekat dengan seorang pria, kamu yang berstatus single tentunya merasa senang bukan? Selama ini inbox  WhatsApp yang sellau sepi kini ramai kembali. Hari-harimu kembali berwarna-warni karena kini ada yang memperhatikan penampilanmu, mengingatkanmu makan, bahkan mengajakmu nonton.

Tetapi, lama-kelamaan walaupun kamu dan dia dekat, kok dia tidak kunjung menyatakan perasaaannya padamu ya? Kamu jadi bingung dengan statusmu dan dia. Disebut teman, tapi kedekatan kalian sudah lebih dari sekedar teman, tetapi mau disebut pacar pun tidak bisa, karena kamu dan dia belum saling menyatakan cinta.

Apakah Dia Termasuk Tipe Pemberi Harapan Palsu?

Menurut seorang pakar cinta, Lex DePraxis, memang sulit membedakan apakah pria yang sedang dekat saat ini adalah pemberi harapan palsu ataukah seorang yang tulus mencintaimu.

Satu-satunya jalan yang paling sederhana untuk mendapat kejelasan tentang hubungan kalian adalah dengan mengajaknya pergi kemudian bertanya padanya. Jika kamu tipe wanita nekat, bisa juga dengan cara menggandeng tangannya atau merangkulnya. Kemudian unggah kemesraan kalian lewat media sosial.

Siapkan Mental Sebelum Bertanya Tentang Kejelasan Hubungan Kalian

Sebelum kamu bertanya tentang kejelasan hubungan kalian saat ini,  pastikan kamu sudah siap secara mental. Hal ini sebagai langkah antisipasi jika kamu ‘ditolak’. Ditolak dalam artian ternyata selama ini kamu salah menangkap sinyal-sinyal kedekatan yang kalian telah lakukan selama ini.

“Kalau si dia yang kamu cinta nyatanya keberatan saat kamu gandeng tangannya atau saat dirangkul, kemungkinannya ada tiga. Satu, kamu telah salah menangkap  sinyal dari dia. Dua, dia memang tipe pria yang PHP aja. Tiga, dia hanya ingin bermain-main saja, tidak terlalu ingin menjalani hubungan yang serius, alias TTM saja,” jelas Lex.

Kebiasaan Orang Indonesia adalah Terlalu Lama ‘Chatting’ di  Messenger, Jadi Tak Heran Kalau Gampang Baper

Lex melanjutkan, kesalahan yang sering dilakukan oleh orang-orang di Indonesia adalah terlalu lama mengobrol di chatting melalui dunia maya, sehingga timbul rasa baper padahal belum pernah bertemu dan mengobrol langsung dengan orang yang diajak ngobrol. Maka dari itu, Lex tidak menyarankan untuk kelamaan chatting sehingga tidak timbul perasaan terlalu berharap.

Apakah ada Kelakuannya yang Menandakan Dia Suka Padamu?

Tanda-tanda seorang priamenyukai wanita bisa dilihat dari kelakuannya. Saat bertemu, bisa jadi dia selalu berusaha tampil baik dan berbuat baik padamu. Itu dilakukannya untuk menimbulkan kesan baik terhadapmu. Ia pun bersikap protektif pada dirimu padahal baru saja dekat. Dia tidak ingin kamu dekat-dekat dengan pria lain saat kalian jalan berduaan.

Kamu juga bisa melihat dari tanda-tanda kegugupannya. Bila ia membuang pandangan saat kepergok sedang memandangmu, bisa jadi dia memang menyukaimu tetapi masih malu-malu.

Apakah Dia Sering Memujimu? Bisa Jadi Ini Tanda Dia Memang Ingin Lebih Dekat Denganmu

Apabila dia sering menyadari perubahan yang dilakukan olehmu untuk menarik perhatiannya, bisa jadi itu tanda dia memang menyukaimu. Ditambah lagi jika dia melontarkan pujian manis kepadamu, itu artinya dia memang perhatian padamu. Tetapi, jangan cepat mudah tersipu, perhatikan matanya apakah dia benar-benar tulus memuji dan memerhatikanmu atau hanya ingin terlihat baik saja di depanmu.

Saat sedang jalan berdua, ‘paksa’ dia untuk  mengatakan perasaannya padamu. Misalnya, buat dia cemburu, katakan padanya,

“Eh menurut kamu si C gimana ya? Baik gak? Sudah punya pacar belum ya? Kalau belum, aku mau deh deketin dia.. hehe,”

Kamu bisa dengan mulai memanas-manasinya saat sedang mengobrol berdua dengannya. Lihat ekspresinya. Pria yang cemburu biasanya akan diam sejenak atau tiba-tiba mengalihkan perhatian dan mengajkmu mengobrol topik lainnya.

Jika Terlalu Lama Kedekatan Ini Berlanjut dan Dia Tidak Juga Ungkapkan Perasaan, Tinggalkan!

Pada akhirnya, kalau kedekatan kalian hanya jalan di tempat dan dia tidak kunjung mengungkapkan perasaannya lebih baik tinggalkan dia daripada hanya membuang waktumu saja. Menunggunya, hanya akan membuatmu lelah dan kehilangan kesempatan untuk dekat dengan pria lain.

Dia yang tidak juga mengungkapkan perasaannya padamu telah membuktikan bahwa dia sebenarnya tidak serius denganmu. Dia hanya menganggapmu sekedar teman dekat, teman yang bisa diajak mengobrol kapanpun, seorang teman yang bisa mengisi kekosongan hari-harinya.

Dia tidak akan merasa kehilangan jika kamu tidak ada. Dia adalah orang yang tidak pernah peka terhadap perasaanmu sampai kapanpun. Lebih baik tinggalkan dia dan cari pria baru yang benar-benar tulus mencintaimu.

Sebagai wanita, jangan mau perasaanmu ‘digantung’ begitu saja oleh pria. Selagi masih muda, kita tidak harus berharap pada satu priasaja. Demi mendapatkan pasangan hidup yang terbaik untukmasa depan,jangan lelah untuk terus mencarinya. Kamu adalah satu-satunya orang yang berhak untukmenentukan kebahagiaanmu sendiri, jangan sampai kebahagiaanmu rusak hanya karena ‘digantung’ oleh pria yang tidak jelas akan membawa hubunganmu kemana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Kapan Sih Waktu yang Tepat untuk Potong Rambut?

rambut rusak

Rambut merupakan mahkota berharga bagi seorang wanita. Memiliki rambut indah dan berkilau merupakan impian sebagian besar wanita. Kini, seiring perkembangan zaman, wanita-wanita modern sering menggonta-ganti gaya rambut. Mulai dari gaya rambut pendek, sebahu, hingga panjang sampai sepunggung.

Biasanya, pilihan model rambut panjang dipilih untuk wanita yang ingin memberikan kesan feminin look pada tampilannya, sedangkan model rambut pendek untuk menghadirkan kesan fresh dan tomboy.

Setiap wanita, punya waktu yang berbeda-beda kapan harus potong rambut di salon. Ada yang saat rambut sudah panjang banget baru dipotong, ada juga wanita yang baru panjang rambutnya sebahu tapi sudah dipotong.

Tapi sebenarnya kapan sih waktu yang tepat untuk potong rambut? Simak tipsnya berikut ini.

Untuk Kamu yang Ingin Rambutnya Tetap Panjang dan Sehat, Potong 3-4 Kali Dalam Setahun

Bagi wanita yang ingin rambutnya tetap panjang dan selalu sehat, potong rambut hanya tiga sampai empat kali dalam satu tahun. Hal ini cukup untuk membuatnya tetap sehat dan selalu panjang seperti keinginannmu. Gunting rambut hanya bagian-bagian ujungnya saja dan potong hanya di bagian layer.

Disarankan juga agar mengganti model rambut panjang setiap tiga bulan sekali. Hal ii untuk untuk menjaganya selalu sehat dan berkilau.

Rambut Keriting Sih Sebaiknya Tiap 12 Minggu Sekali

Rambut keriting dikenal sebagai rambut yang paling susah diatur. Rambut keriting merupakan jenis rambut yang mudah kering dan harus sering dilembapkan. Para ahli menyarankan agar pemilik rambut keriting untuk ke salon setiap 12 minggu sekali.

Tidak hanya sekadar memotong rambut asja, tetapi juga disarankan untuk melakukan perawatan agar rambut bisa tetap sehat dan berkilau. Bila rambutmu sering diwarnai, maka disarankan utuk memotongnya terlebih dahulu sebelum menggantinya dengan warna yang baru.

Disarankan untuk pemilik rambut keriting untuk keramas antara 3 sampai 7 hari agar rambut tidak mudah kering dan cepat rusak.

Buat yang Rambutnya Pendek, 3-7 Minggu adalah Waktu yang Ideal

Untuk wanita si rambut pendek dan ingin tetap pendek setiap saat, ahli penata rambut menyarankan untuk memotong rambut dalam kurun waktu tiap tiga sampai tujuh minggu. Richard Collins, seorang hairstylist dari Amerika Serikat mengatakan, jika ingin punya rambut pendek yang spesifik atau berkarakter setiap saat, kamu harus memotongnya setiap 3 minggu sekali. Ini bertujuan agar rambut tetap terlihat rapi meski pendek.

Faktanya, rambut wanita selalu tumbuh sepanjang setengah inchi setiap bulannya. Untuk menghasilkan kesan yang lebih natural pada rambut, kamu bisa memotongnya setiap 4-7 minggu.

Rambut Rusak dan Bercabang, Baiknya 8 Minggu Sekali agar Rambut Tetap Sehat Terjaga

Buat kamu yang sudah mengalami kerusakan rambut yang cukup parah karena sering diwarnain atau memakai produk perawatan rambut yang tidak cocok, disarankan oleh para ahli rambut untuk pergi perawatan ke salon tiap 8 minggu sekali. Selain itu, agar rambut tetap terjaga kesehatannya, guntinglah ujung-ujung rambut yang bercabang, terutama jika rambutmu benar-benar kering dan rusak parah.

Tips Menumbuhkan Rambut yang Baik Bagi Wanita, Jangan Sampai Keliru

Banyak wanita yang masih jarang memotong rambutnya secara rutin alih-alih untuk menumbuhkan rambutnya secara maksimal. Selain itu, masih banyak mitos yang beredar di masyarakat, bahwa melakukan pemotongan rambut secara rutin dapat menumbuhkan rambut lebih cepat dari yang seharusnya.

Fakta yang perlu kamu ketahui adalah pemotongan rambut yang rutin tidak membuat rambut tumbuh lebih cepat. Pemotongan rambut secara rutin adalah untuk menghindari rambut dari kerusakan dan menghilangkan faktor-faktor penyebab lambatnya rambut tumbuh dalam kurun waktu tertentu.

Nah, gimana tipsnya? Kamu jadi tahu kan, kapan harus ke salon untuk sekadar potong rambut atau perawatan? Kamu sendiri termasuk tipe rambut yang mana nih? Keriting, panjang, atau pendek? Yuk share!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top